Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Penjualan Anjlok, Pemilik Pangkalan LPG di Kulon Progo Tak Berani Stok Banyak LPG Nonsubsidi

Anom Bagaskoro • Senin, 18 Mei 2026 | 19:34 WIB
Petugas Agen Gas Nonsubsidi menurunkan LPG ke pangkalan gas di Kalurahan Bendungan.
Petugas Agen Gas Nonsubsidi menurunkan LPG ke pangkalan gas di Kalurahan Bendungan.

 

 

 

KULON PROGO – Pemilik pangkalan liquefied petroleum gas (LPG) di Kulon Progo melakukan penyesuaian pasca-kenaikan harga tabung LPG nonsubsidi. Karena seiring kenaikan harga, jumlah permintaan juga menurun.

Pemilik Pangkalan LPG Kalurahan Bendungan Yanuardani menjelaskan, dampak kenaikan harga LPG nonsubsidi turut menurunkan penjualan pangkalan gas.

 Biasanya dalam sebulan, pangkalan gasnya mampu menjual 30 tabung LPG ukuran 12 kilogram. Namun, sebulan terakhir penjualannya mentok di 10 tabung per bulan.

Baca Juga: Buntut Pencurian Gamelan, Warga Tolak Suharyadi Kembali Jadi Dukuh, Lurah Klaim Pemecatan sesuai Aturan

 "Sepuluh tabung per bulan itu sudah berat, sekarang tidak berani stok tabung banyak," ungkapnya, saat ditemui Radar Jogja di pangkalannya, Senin (18/5).

Kenaikan LPG nonsubsidi, kata dia, telah terjadi sejak April 2026, bertepatan dengan kenaikan harga BBM. "Memang sejak April sudah naik perlahan, tapi juga dipengaruhi oleh dolar juga," ucap Dani,

Kenaikan harga LPG nonsubsidi, info yang diterimanya dari Pertamina, dipengaruhi oleh konflik Timur Tengah yang menyebabkan terhambatnya pasokan gas dan BBM dunia.

Baca Juga: Panpel Sesalkan Flare Menyala Lagi di Stadion Manahan Sol, 8 Orang Sesak Napas, Anak Kecil Ketakutan, Sanksi Berat Membayangi

Selain itu, melemahnya rupiah semakin memicu kenaikan pada komoditas minyak dan gas bumi. Lantaran, LPG nasional masih dipengaruhi impor dari luar negeri. 

Kenaikan harga LPG nonsubsidi berkisar Rp 20 ribu untuk ukuran 5 kilogram dan Rp 30 ribu untuk ukuran 12 kilogram. Di situasi normal harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kilogram dihargai Rp 195 ribu, kini menjadi Rp 235 ribu.

Hal serupa juga terjadi pada ukuran LPG 5 kilogram dari yang sebelumnya Rp 90 ribu menjadi Rp 110 ribu."Mulai terasa dampaknya, banyak warga menengah hingga rumah makan mengeluh," ungkapnya.

Baca Juga: Ekspresikan Kreativitas , Astra Motor Yogyakarta Sukses Gelar Laki Code 2026

Dani menyampaikan, masyarakat kalangan menengah dilarang menggunakan LPG subsidi, kebanyakan dari mereka akhirnya berlangganan gas nonsubsidi. Namun, kenaikan harga yang tinggi dikeluhkan oleh masyarakat.

Utamanya, pedagang makanan seperti restoran yang diwajibkan menggunakan LPG. Kenaikan harga LPG nonsubsidi menyebabkan keuntungan mereka semakin tipis.

Kendati LPG nonsubsidi mengalami kenaikan harga, LPG subsidi masih di harga yang sama Rp 18 kilogram per tabung. Kenaikan harga tak mempengaruhi LPG subsidi, karena mendapatkan suntikan dari pemerintah pusat. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#pangkalan lpg #lpg nonsubsidi #dolar #Bendungan #KULON PROGO