Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

MES DIY dan G2R Tetrapreneur Dorong Wirausaha Asli Indonesia Lewat Komitmen Kawasan Halal di Yogyakarta

Heru Pratomo • Selasa, 23 Juni 2026 | 22:22 WIB
Halal
Halal

 

YOGYAKARTA – Komitmen Kawasan Halal (KKH) hadir sebagai inovasi gotong royong yang digagas oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur DIY. Inovasi ini dirancang sebagai langkah persiapan suatu kawasan dalam memenuhi standarisasi halal yang komprehensif.

Ada tiga fokus utama dalam standardisasi ekosistem ini, yaitu Kawasan Industri Halal (KIH) sebagai wilayah pengembangan industri berbasis prinsip syariat dari produksi hingga pemasaran, Kuliner Halal Aman dan Sehat (KHAS) yang bertujuan melindungi konsumen dalam pemenuhan kriteria makanan syar'i, serta Wisata Ramah Muslim yang menyediakan fasilitas penunjang ibadah dan gaya hidup Muslim tanpa harus mengusung konsep halal secara eksklusif.

Secara fundamental, KKH tidak hanya berfokus pada sertifikasi produk semata, melainkan juga menyentuh aspek penguatan tata kelola, peningkatan kualitas layanan, pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga: Melihat Fenomena Pergeseran Ekspektasi Kerja Pencaker di Kulon Progo, Pilih Kerja Remote tapi Terganjal Kualifikasi Tinggi

### Sasar Tiga Titik Utama di Tahun 2026

Ketua Departemen Industri Halal (DIH) MES DIY sekaligus Founder G2R Tetrapreneur, Rika Fatimah P.L., ST., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa pada tahun 2026, agenda KKH berfokus pada tata kelola berbasis prinsip halal dan keberlanjutan. Program ini dijalankan melalui kolaborasi antara Departemen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta DIH MES DIY sebagai bagian dari rangkaian Road to Jogja Halal Festival (JHF) #3.

Dosen Senior FEB UGM tersebut menambahkan bahwa program tahun ini menyasar tiga lokus utama. Lokus pertama adalah Kalurahan Wukirsari di Kabupaten Bantul, kawasan perdesaan yang telah mengimplementasikan Model G2R Tetrapreneur melalui pendampingan DPMKKPS DIY untuk KKH Wisata Ramah Muslim. Lokus kedua berada di Kalurahan Kalasan di Kabupaten Sleman yang difokuskan pada KKH Zona KHAS. Sementara lokus ketiga menyasar Program Napak Tilas K.H. Ahmad Dahlan, sebuah program Wisata Ramah Muslim yang bekerja sama dengan Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Baca Juga: Alami Kerusakan Fisik Berat, Wanita Korban Penyekapan 3 Tahun di Bandung Sampaikan Maaf ke Orang Tua

Dalam pelaksanaannya, program ini menggandeng Program Master of Business Administration (MBA) FEB UGM Kampus Jakarta untuk menyusun video edukasi publik serta analisis KKH menggunakan pendekatan Operations & Technology Management (OTM) dan G2R Tetrapreneur. Karya edukasi dan promosi yang disupervisi langsung oleh para dosen pengampu ini direncanakan tayang pada ajang Jogja Halal Festival (JHF) #3 sebagai bentuk syiar inovasi ekosistem halal di DIY.

### Keterlibatan Pemangku Kepentingan Lintas Sektor

Keberhasilan akselerasi Komitmen Kawasan Halal ini didukung oleh keterlibatan aktif para tokoh dan pemangku kepentingan lintas sektor. Untuk wilayah Wisata Ramah Muslim Wukirsari, jajaran keypersons yang terlibat antara lain Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec selaku Ketua Umum MES DIY, Ir. Edy Muhammad dari DIH MES DIY, Budiharto Setyawan selaku Ketua Departemen Parekraf MES DIY, Raden Agus Trimurjanto selaku Ketua Departemen Perbankan MES DIY, serta Marlina dan Syarif Hidayat dari Unit G2RT Wukirsari.

Baca Juga: Bawa Nama Orionex, Startup Asal Jogja Pikat Investor Global di California

Sementara itu, untuk KKH Zona KHAS Kalasan, pergerakan ini dikawal oleh Kurnia Wiradimulya selaku Anggota Departemen Pengembangan Organisasi dan Kajian Strategis MES DIY, Prof. Dr. apt. Nurkhasanah, M.Si. selaku Koordinator Industri Halal Berkembang 1 DIH MES DIY, Budi S. Kurniawan, S.E., M.M. selaku Koordinator Industri Halal Inti 1 DIH, serta Edi Sunarto, S.E., M.M. selaku Ketua Lembaga Wakaf MES DIY.

Di sisi lain, pengembangan KKH Wisata Ramah Muslim untuk Napak Tilas K.H. Ahmad Dahlan digerakkan oleh perwakilan LPEK PP Muhammadiyah dan MES DIY. Tokoh yang terlibat meliputi Drs. H. Warsangka selaku Ketua Umum LPEK PP Muhammadiyah, Nur Aisyah Haifani, S.T. selaku Bendahara Umum LPEK PP Muhammadiyah, Ghifari Yuristiadhi, M.A., M.M., CHE selaku Wakil Sekretaris 4 LPEK PP Muhammadiyah, serta Abu Yazid, S.IP., MM selaku Anggota Bidang Organisasi LPEK PP Muhammadiyah. Melalui ikhtiar kolaboratif ini, KKH diharapkan mampu menjadi media promosi keilmuan lintas stakeholder sekaligus pondasi bagi model wirausaha asli Indonesia.

Editor : Heru Pratomo
#MES DIY #G2R Tetraprenuer #Wukirsari #Muhammadiyah #KHA Dahlan