Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Bangkit Pascapandemi, Cokelat Ndalem Terus Berinovasi Padukan Cokelat dengan Kopi Papua

Heru Pratomo • Kamis, 25 Juni 2026 | 17:33 WIB
Kisah Sukses Cokelat Ndalem: Sukses Tembus Pasar Australia berkat Inovasi Rasa Lokal
Kisah Sukses Cokelat Ndalem: Sukses Tembus Pasar Australia berkat Inovasi Rasa Lokal

 

 

JOGJA – Konsistensi dalam inovasi dan ketahanan menghadapi tantangan menjadikan Cokelat Ndalem sebagai salah satu UMKM unggulan di industri cokelat lokal. Berawal dari kecintaan pada cokelat, fokus utama mereka adalah memahami pasar dan memastikan produk yang dihasilkan sesuai dengan selera konsumen.

“Fasilitas termahal adalah mesin cetakan. Kami mengalokasikan biaya sekitar Rp2,5 hingga Rp3 juta hanya untuk cetakan sebelum akhirnya mulai berjualan,” ujar Meika Hazim pemilik Cokelat Ndalem.

Seiring berjalannya waktu, bisnis ini terus berkembang. Dengan strategi yang tepat, Cokelat Ndalem mampu mencapai titik impas sejak tahun pertama. Namun, pandemi Covid-19 sempat menghambat laju pertumbuhan bisnis mereka.

Baca Juga: Safety Riding Advisor Community Competition Regional, Astra Motor Yogyakarta Sukses Gelar Kompetisi Safety Riding, Lahirkan Bibit Pelopor Keselamatan Berkendara

“Setelah pandemi, kami kembali berproduksi secara bertahap dan mempertahankan kualitas produk untuk menjaga kepercayaan pelanggan,” tambahnya.

Saat ini, Cokelat Ndalem menawarkan berbagai varian rasa, dengan milk chocolate sebagai produk paling diminati. Selain itu, inovasi terus dilakukan, termasuk menghadirkan varian cokelat kopi dengan bahan baku kopi dari Papua, Wamena, dan Yogyakarta. Cokelat Ndalem juga merilis produk mirip Pocky untuk memenuhi selera konsumen yang kurang menyukai rasa cokelat terlalu manis.

Pelanggan Cokelat Ndalem kini tersebar di berbagai kota besar, terutama Jakarta, dan telah merambah pasar internasional seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, hingga Australia. Perjalanan bisnis ini tidak terlepas dari strategi adaptasi, inovasi, kolaborasi, dan konsistensi dalam menjalankan usaha.

Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat di Gulurejo Capai Tahap Akhir, Tinggal Pasang Furniture dan Tanam Pohon

“Inovasi tidak selalu berarti menciptakan produk baru, tetapi bisa berupa penyesuaian agar produk yang ada lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci untuk memperluas jangkauan dan memperkuat bisnis,” jelas pemilik Cokelat Ndalem.

Sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung UMKM, BRI terus memberikan akses permodalan serta berbagai program pemberdayaan bagi pengusaha UMKM, termasuk Cokelat Ndalem. Melalui inisiatif seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), BRILink Agen, dan berbagai program digitalisasi seperti LinkUMKM dan Rumah BUMN, BRI secara konsisten terus mendorong UMKM untuk naik kelas dan agar dapat menembus pasar global.

Baca Juga: 5 Shio Ini Diprediksi Mendapat Kejutan Bernilai Fantastis, Apakah Shio Anda Termasuk?

Pada kesempatan terpisah, Regional CEO BRI Region 11 Yogyakarta Kusdinar Wiraputra mengatakan bahwa Cokelat Ndalem merupakan salah satu contoh UMKM inovatif asal Yogyakarta yang mampu mengangkat cokelat menjadi produk bernilai tambah. Menurutnya, karakter pelaku usaha yang tekun, adaptif, dan kuat dalam menjaga identitas produk menjadi modal penting untuk bersaing lebih luas.

“Kami melihat Cokelat Ndalem yang berasal dari Yogyakarta bukan hanya sebagai produk cokelat, tetapi juga sebagai representasi kreativitas UMKM Jogja dalam mengemas cita rasa, cerita, dan nilai budaya lokal. BRI akan terus mendukung pelaku UMKM seperti Cokelat Ndalem agar semakin kuat, naik kelas, dan mampu membawa nama Yogyakarta ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional,” ujar Kusdinar.

 

 

Editor : Heru Pratomo
#Cokelat Ndalem #kopi papua #Meika Hazim #UMKM #pascapandemi