PT Indo Premier Investment Management (IPIM) berkolaborasi dengan PT Indo Premier Sekuritas resmi meluncurkan Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD) di platform IPOT Fund. Produk ETF emas syariah pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini dihadirkan untuk meruntuhkan hambatan modal (psychological barrier) dalam berinvestasi logam mulia.
Melalui fitur Power Fund Series (PFS), investor ritel kini dapat berinvestasi emas murni mulai dari 1 unit penyertaan atau setara 0,1 miligram (ratusan rupiah). Langkah ini mengubah paradigma investasi emas konvensional yang selama ini identik dengan pembelian fisik berukuran gram dengan modal besar.
Direktur IPIM Noviono Darmosusilo menjelaskan, XGLD dirancang untuk memberikan kemudahan akses, kepastian hukum syariah, serta keamanan transaksi digital tanpa meragukan keaslian aset.
Baca Juga: Ketua DPRD Purworejo Kritik Wilayah Perbatasan Belum Tergarap Optimal
"Batas modal besar itu kini runtuh. Siapa pun bisa mulai menabung emas dari 0,1 miligram. Ini langkah kecil untuk membentuk kebiasaan berinvestasi secara konsisten tanpa harus menunggu modal besar terkumpul," ujar Noviono dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).
Dari sisi pengelolaan dan kepatuhan syariah, XGLD menggunakan akad Wakalah bil al-Ujrah untuk pengelolaan dana serta Bai' al-Muthlaq untuk transaksi emas fisik. Produk ini diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah dan berpedoman pada Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/VIII/2025.
Selain aksesibilitas, terdapat lima keunggulan utama yang ditawarkan oleh produk XGLD:
-
Aset Underlying Emas Murni: Portofolio XGLD didukung langsung oleh emas fisik murni bersertifikat internasional (LBMA) atau SNI dengan porsi kas maksimal 5%. Aset fisik disimpan secara aman oleh PT Pegadaian, sementara fungsi Bank Kustodian dijalankan oleh Deutsche Bank AG Cabang Jakarta.
-
Transaksi Terjangkau: Pembelian dapat dilakukan mulai dari 0,1 miligram, memudahkan investor melakukan pemupukan aset secara bertahap.
-
Aman, Transparan, dan Efisien: Pergerakan nilai portofolio dapat dipantau real-time selama jam perdagangan bursa dengan mekanisme penyelesaian (settlement) T+1.
-
Bebas PPh: Sebagai produk Reksa Dana KIK berbentuk ETF, hasil keuntungan (capital gain) XGLD dikategorikan sebagai Bukan Objek Pajak Penghasilan (Non-Objek PPh).
-
Dikelola Institusi Terpercaya: Didukung rekam jejak Indo Premier di industri pasar modal selama 25 tahun dengan nilai kustodi efek mencapai Rp312 triliun.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The menambahkan, integrasi XGLD ke dalam aplikasi IPOT memudahkan masyarakat dalam mengelola strategi Multi-Asset Wealth Portfolio.
"Investor dapat mengatur alokasi dana antara saham, obligasi, reksa dana, dan ETF emas dalam satu platform tanpa perlu berpindah aplikasi, sehingga diversifikasi portofolio menjadi lebih teroptimasi," pungkas Moleonoto.
Editor : Heru Pratomo