Suasana halaman rumah warga disulap dengan pernak-pernik Ramadan sederhana. Sebanyak 20 lapak kuliner yang terbuat dari bambu beratap jerami berjajar di depan rumah warga. Yang mampu menambah suasana semakin meriah.
Ketua panitia Nida Mubarok mengatakan, pasar Ramadan ini diinisiasi oleh Karang Taruna 'Kompag Sigra Jumangkah' Dusun Gogik, Girirejo. "Pasar ini kita buka sejak tanggal 1 Ramadan kemarin. Dan rencana akan berlangsung sampai tanggal 20 Ramadan mendatang," katanya saat dihubungi, Rabu (5/4).
Dia menyebut, konsep pasar ini memadukan nuansa tradisional dan Ramadan. Dengan menggandeng warga sekitar untuk berjualanan di lapak-lapak yang telah disediakan. Mulai dari jajanan pasar, sembako, hingga sayur-mayur. Dia berharap, pasar Ramadan ini dapat digelar setiap tahun dan akan berdampak positif terhadap warga sekitar.
Nida menambahkan, pasar Ramadan di dusunnya buka mulai pukul 14.00 hingga 20.00. Lapak-lapak warga dihias dengan pernak-pernik Ramadan. Mulai dari pintu masuk yang dilengkapi dengan gapura Ramadan dan setiap lapak dihiasi dengan ornamen ketupat.
Dia menyampaikan, setiap Minggu, akan ada pentas berupa live musik akustik untuk menghibur pengunjung di Pasar Ramadan tersebut. "Pasar ini memang atas inisiasi para pemuda agar berkegiatan positif di bulan Ramadan. Sekaligus mengangkat perekonomian warga," kata dia.
Sejauh ini, lanjut Nida, pengunjung yang datang tidak hanya warga sekitar saja. Tapi juga dari luar daerah. Biasanya, warga yang melintas, meluangkan waktunya untuk mampir dan belanja. "Kalau malam, sekalian belanja buat sahur. Ada juga rombongan gowes yang menghabiskan waktu atau ngabuburit sekalian buka puasa di sana," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Gogik Rangga Permana mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh karang taruna di dusunnya. Dengan begitu, bisa membantu perekonomian warga. "Kegiatan ini sangat membanggakan, karena antusias warga cukup tinggi untuk menyemarakan bulan suci ini," jelasnya.
Dia berharap, pasar Ramadan ini akan kembali digelar pada tahun-tahun selanjutnya. Tentunya dengan konsep lebih tertata, menu lebih beragam, dan lebih meriah. "Semoga bisa dijadikan salah satu destinasi wisata Ramadan tiap tahunnya," tandasnya. (aya/pra)