Salah satu warga Desa Blongkeng yang mendapat UGR adalah Wadoto. Total UGR yang dia dapat lebih dari Rp 7 miliar. Dengan luas tanah mencapai 4.000 meter persegi. "Yang terdampak sawah. Per meternya dihargai Rp 1,8 juta," jelas dia di sela proses pembayaran, kemarin (11/4).
Dia menuturkan, sebagian UGR yang didapat telah digunakan untuk membeli sebidang tanah seluas 2.500 meter persegi. Selain itu, dia juga akan memberikan uang sebagai bentuk tunjangan hari raya (THR) kepada beberapa tetangganya. "Saya juga berniat untuk menyembelih sapi untuk warga sekampung dan juga untuk membeli lagi satu unit mobil," imbuhnya.
Ditemui di lokasi pembayaran, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Magelang A Yani menyebut, ada 157 bidang tanah yang telah disetujui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) di Desa Blongkeng. "Tapi, kemarin (11/4) yang kami bayarkan sebanyak 68 bidang tanah," terangnya.
Yani mengatakan, total pembayaran untuk 68 bidang tanah sebesar Rp 44.756.235.400 dengan luas 34.415 meter persegi. Selama bulan puasa ini, BPN telah memberikan UGR di tiga desa. Yakni Desa Ngawen, Congkrang, dan Blongkeng yang dilakukan secara bertahap.
Kemudian, pada Kamis (13/4), akan dilaksanakan pembayaran UGR di Desa Pakunden dan Jumat (14/4) di Desa Plosogede. Setelah melakukan pembayaran di semua desa di Kecamatan Ngluwar, pihaknya akan bergeser di dua desa di Kecamatan Muntilan. Yakni Desa Sriwedari dan Tamanagung.
Dia menambahkan, sebetulnya untuk tanah di Desa Sriwedari dan Tamanagung tersebut, sudah mendapatkan persetujuan dari LMAN. Tetapi, karena keterbatasan waktu dan terlalu dekat dengan Lebaran, sehingga pembayaran UGR di dua desa tersebut akan dilakukan setelah Lebaran. (aya/pra)