RADAR PURWOREJO - Mahasiswa KKN Universitas Tidar (Untidar) terjun ke lapangan untuk mengenalkan strategi pemasaran secara online lewat aplikasi TikTok. Apalagi warga Dusun Drojogan, Sidomulyo, Salaman yang mayoritas memiliki usaha sablon kaus. Sehingga perlu dilakukan pengembangan terhadap usahanya.
Ketua Tim KKN Untidar Maulana Khoirul Rizky mengutarakan, digital marketing berpotensi dapat meningkatkan pemasaran dan promosi produk. "Setelah pendampingan ini, kaus yang diproduksi dapat dikenal lebih banyak orang," ujarnya kemarin (18/2).
Dengan begitu, akan berdampak pasa penjualan produknya. Lebih-lebih, saat ini digital marketing telah menjadi aspek penting dalam dunia bisnis. Pesatnya perkembangan teknologi turut mendongkrak pertumbuhan pasar online.
Menurut Maulana, adanya digital marketing bisa memberikan dampak yang sangat besar bagi dunia bisnis. Aspek komunikasi dan pemasaran pada konsumen menjadi lebih mudah dan efektif.
Sebetulnya, kata dia, pemasaran kaus sudah menggunakan jejaring sosial seperti Facebook. "Namun, jika melihat pangsa pasar yang lebih banyak ke anak muda maka kami mengadakan pendampingan perluasan digital marketing dengan fokus pemasaran melalui aplikasi kekinian, yaitu TikTok," ungkapnya.
Maulana menambahkan, pendampingan ini dilakukan secara bertahap pada Januari hingga Februari. Mulai dari sosialisasi, pembuatan akun bisnis, konten yang sedang tren, serta tips dan trik meningkatkan penjualan.
Pelopor usaha kaus di Dusun Drojogan Sodiq berharap, pendampingan seperti ini tidak hanya sampai masa KKN selesai. "Perluasan pemasaran dengan TikTok adalah cara baru yang akan diterapkan di kampung kaus agar bisa memanfaatkan peluang di sosial media," harapnya.
Dia menyebut, ada sekitar 30 pelaku UMKM yang menggeluti dunia sablon kaus. Rata-rata masih memasarkannya secara konvensional dan melalui Facebook. "Kehadiran para mahasiswa ini harapannya dapat memberikan informasi positif mengenai trik pemasaran digital yang saat ini sedang tren. Sehingga mereka bisa naik kelas," tandasnya. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova