Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Agak Laen, Alasan Mahasiswi Memanjat Tower di Ketinggian 100 Meter Lebih Bikin Geleng-Geleng Kepala

Heru Pratomo • Rabu, 6 Maret 2024 | 04:43 WIB
Aksi nekat seorang mahasiswi menggegerkan warga di lingkungan kampus kawasan Kecamatan Genuk Semarang, Senin (4/3).
Aksi nekat seorang mahasiswi menggegerkan warga di lingkungan kampus kawasan Kecamatan Genuk Semarang, Senin (4/3).

RADAR PURWOREJO - Alasan seorang mahasiswi memanjat tower dengan ketinggian mencapai lebih dari 100 meter bikin geleng-geleng kepala. Dia menggegerkan warga di sekitar kampus Unissula kawasan Kecamatan Genuk Semarang, Senin (4/3).

 Alasannya nekat memanjat, pun tak kalah menggegerkan untuk melakukan riset adrenalin.

"Dia mahasiswa, inisial S, usianya 22 tahun. Alasannya, bukan bunuh diri, hanya untuk riset. Tapi riset apa, masih kita lakukan pendataanya," ungkap Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (4/3).

Selanjutnya, gadis tersebut langsung dimasukan ke dalam mobil ambulans kampus setempat, untuk dilakukan pengecekan dan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit.

Informasi yang diperoleh, gadis tersebut bernama inisial S, 22, warga Banjarnegara. Kali pertama yang mengetahui kejadian ini adalah sekuriti, yang melihat adanya orang perempuan memanjat tower TV, depan Fakultas Kedokteran, sekitar pukul 14.15.

Selanjutnya, disampaikan ke rekan kerjanya, dan dilakukan bujuk rayu supaya turun. Namun tak mendapat respon.

Selanjutnya, kejadian ini dilaporkan ke Polsek Genuk dan diteruskan ke petugas Damkar Kota Semarang guna dilakukan proses evakuasi.

Hingga pada akhirnya, gadis berkerudung tersebut turun dengan sendirinya di tanah bersemak-semak dengan sendirinya dengan selamat sekitar pukul 15.15.

Menurutnya, sesampainya dilokasi dan gadis tersebut belum turun, Listyono bersama anggotanya menghalau orang sekitar untuk tidak teriak-teriak menyuruh turun.

Alasannya, dikhawatirkan akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan terhadap kondisi atau emosional gadis tersebut.

Baca Juga: Mengenal Kelompok Usaha Garam Rakyat di Desa Patutrejo Purworejo, Produksi Garam Organik Hingga Garam Terapi 

"Kalau terjadi teriakan, kalau orang itu dalam kondisi tidak stabil, khawatirnya kalau tidak naik, bisa juga justru akan loncat. Awalnya mau kita bujuk untuk turun, tapi dia mala turun sendiri," katanya.

"Setelah turun, kita tanya, jawabanya hanya mengetes adrenalin saja. Sambil ketawa-ketawa gitu. Jadi kestabilan emosinya juga meragukan. Karena apapun dia harus kita selamatkan," sambungnya

Editor : Heru Pratomo
#semarang #mahasiswi #unissula #fakultas kedokteraan