RADAR PURWOREJO – Harga bunga mawar tabur meroket dibanding hari biasa. Dari yang semula Rp 2.500 untuk keranjang kecil, sekarang Rp 15 ribu. Sedangkan keranjang besar biasanya Rp 50 ribu, kini Rp 250 ribu.
Seorang penjual bunga mawar di Jalan Singosari, Kota Magelang Nurul mengaku, kenaikan harga bunga mawar tabur ini sudah dialami sejak Rabu (6/3) lalu. "Karena menjelang Ramadan ya. Setiap hari pun naik. Jumat kemarin Rp 200 ribu per keranjang, sekarang jadi Rp 250 ribu," ujarnya, Senin (11/3).
Dia menyebut, kenaikan harga tersebut seiring dengan permintaan bunga tabur yang semakin tinggi menjelang Ramadan. Sebab, bunga tabur itu digunakan masyarakat untuk mengunjungi makam keluarga maupun sanak saudara. Atau yang biasa disebut nyekar.
Tingginya permintaan tersebut, kata dia, membuat pasokan bunga mawar dari petani di Kecamatan Pakis, Magelang sempat tersendat. Hal itu terjadi karena pada awal bulan Syaban, para petani memangkas pangkal batang pohon mawarnya. Pemotongan tersebut dilakukan untuk persiapan panen jelang Lebaran mendatang.
Dia menambahkan, harga bunga mawar tabur tersebut mengalami kenaikan empat hingga lima kali lipat dari biasanya. Untuk mendapatkan satu keranjang kecil bunga tabur, pembeli biasa merogoh kocek sebesar Rp 2.500 saja. Tapi, kini sudah dijual dengan harga Rp 10 ribu-Rp 15 ribu per keranjang kecil.
Sementara untuk satu keranjang sedang, harga awalnya Rp 20 ribu dan sekarang menjadi Rp 50 ribu-Rp 55 ribu. Kemudian, untuk satu keranjang besar, penjual biasanya memberikan tarif Rp 50 ribu. Tapi, sekarang menjadi Rp 200 ribu-Rp 250 ribu.
Seorang pembeli Warda mengaku tidak mempermasalahkan harga jual bunga mawar tabur yang meroket. Sebab dia juga membutuhkannya untuk nyekar di makam keluarga. "Saya sudah memprediksi, harganya pasti naik sebelum puasa. Ternyata betul. Karena memang semua orang butuh," sebutnya. (aya/pra)
Editor : Satria Pradika