RADAR PURWOREJO – Setiap daerah identik dengan istilah yang bermakna sejarah. Seperti halnya Kota Kendal. Babad tanah Kendal hasil karya dari Ahmad Hammam Lochani telah menyebutkan bahwa pada masa itu banyak alasan untuk memberi nama Kota Kendal.
Saat pemberian nama tersebut, sebelum diberi nama Kendal, ada yang menyebutnya Kota Kendarapura, Kontari, Kentari, dan masih banyak lainnya. Tetapi Babad dari Tanah Jawi telah memberi nama Kota Kendal sendiri karena adanya pohon yang mempunyai nama pohon Kendal.
Meski masyarakat menganggap Kota Kendal yang awalnya di anggap dengan sebuah negeri dari kerajaan Majapahit pada masa itu, namun sebenarnya saat masa jaya-jayanya kerajaan dan kekuasaannya telah tenggelam yang membuat kerajaan Majapahit hanya tertinggal kenangan.
Saat itu lah Kota Kendal menjadi salah satu catatan sejarah di kanca nasional maupun international yang mana catatan tersebut ternyata disimpan oleh Universitas terkenal yakni Universitas Leiden di Netherland, Belanda.
Ahmad Hammam Lochani sebagai karya penulis memberitahu bahwa sejarah Kota Kendal masih banyak yang kurang sesuai dengan adanya fakta, atau gethuk tular yang artinya dari mulut ke mulut sehingga sejarah ini menjadi kurang dan tidak menarik karena masyarakat yang belum mengenal sejarah Kota Kendal akan mendapatkan informasi yang tidak sesuai dengan fakta tersebut .
Menurut cerita dari sang legenda, Bhatara Katong dan Sunan Katong adalah salah satu pemimpin tertinggi di tanah kerajaan Majapahit pada masa itu, kedua nya mempunyai bakat bahwa dapat membuat pusaka maupun empu yang nantinya untuk digunakan dalam peperangan antar kerajaan.
Menyebarkan agama Islam di tanah tersebut pada saat itu memanglah sangat sulit karena masa itu situasi dan kondisinya belum dapat dipercayai oleh orang awam atau masyarakat setempat untuk berbondong – bondong masuk agama Islam, biasanya disebutnya dengan istilah gengsi serta sifat emosional yang tinggi membuat masyarakat enggan untuk memastikan bahwa agama Islam adalah salah satu agama terbaik.
Dirinya merasa mempunyai kelebihan yang tak terduga, sehingga agama Islam dapat diterima oleh masyarakat setempat dikarenakan harus mempunyai bukti yang kuat bahwa agama Islam dapat menjadi hidup lebih berarti, dan sejahtera spada masa itu. Dengan seiring berjalannya waktu, banyak masyarakat yang mempercayai agama Islam adalah agama yang cocok untuk Kota Kendal dengan julukan Kota Santri.
Editor : Heru Pratomo