Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Lima Santri di Kudus Naiki Perahu Lewati Banjir Setinggi 2.5 Meter, Tiga di Antaranya Meninggal

Luthfasari Ardani • Senin, 18 Maret 2024 | 21:06 WIB
Banjir bandang yang mengakibatkan tiga santri tewas, di Kudus
Banjir bandang yang mengakibatkan tiga santri tewas, di Kudus


RADAR PURWOREJO – Pada Jumat ( 15/3 ) pukul 06.00 WIB di Kecamatan Mejobo, Kudus  dilaporkan tiga santri yang sedang menempuh pendidikannya di salah satu pondok pesantren telah meninggal dunia akibat tenggelam saat diterjang banjir bandang.

 

Radar Kudus melaporkan, kronologi terjadinya tenggelam dari ketiga santri itu saat  ketiganya dengan teman - temannya sedang menaiki prahu di area pesawahan yang terguyung banjir.

Banjir tersebut ternyata melebihi 2,5 meter dan teman - temannya telah mendayung prahu sejauh 5 km yang mengakibatkan air masuk di dalam perahu yang di dorongnya.


"Awalnya kami berlima keluar untuk melihat kondisi terkini di area Kudus dan sekitarnya yang tertimpa banjir bandang, akan tetapi saya dan teman - teman tidak mengetahui jikalau kami telah mendayung prahu kurang lebih 5 km dari area pondok pesantren, dan mengakibatkan air banjir pun masuk ke dalam prahu kami hingga kami terjatuh bersamaan," ujar salah seorang teman korban.

Sebelumnya kelima santri tersebut sudah berteriak untuk meminta tolong kepada warga setempat. banyak warga yang berdatangan pada saat itu, akan tetapi dari ketiga korban tidak dapat diselamatkan.

Dari kedua temannya telah selamat dalam musibah ini, diantaranya mereka yang selamat berinisial AR yang berusia 16 tahun dan IF berusia 15 tahun, sementara itu dari ketiga temannya telah dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam dan tidak bisa melawan arah arus banjir pada saat itu.

Kemudian ketiga jasad korban telah dibawa ke puskesmas Jepang untuk dievakuasi atau dilakukan pemeriksaan lebih lanjut agar tidak adanya salah paham dari pihak keluargan korban.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, tim inafis polres Kota Kudus menyampaikan " Dari ketiga jasad yang meninggal ini tidak ada tanda - tanda terjadinya kekerasan pada pihak korban, yang sehingga dari pihak korban pun sudah menerima dan tidak bersedia dalam melakukan pengecekan otopsi. " Tutur Dr. Imam Purwanto selaku dokter yang menganai kasus tersebut. 

Editor : Heru Pratomo
#kudus #banjir #santri