KEBUMEN - Objek wisata Pemandian Air Panas (PAP) Krakal terendam banjir pada Minggu (14/4) petang. Kondisi ini terjadi usai hujan deras mengguyur wilayah setempat. Ketinggian air yang menggenangi area wisata tersebut berkisar antara 30-50 sentimeter.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, banjir memberikan dampak pada kunjungan wisata. Terlebih masih dalam rangkaian musim libur Lebaran 2024. Selain kolam renang air panas, banjir juga merendam warung yang berada di dalam kompleks wisata. Kendati begitu, kondisi banjir saat ini dipastikan sudah surut. Sedangkan aktivitas wisata telah berjalan normal seperti biasa. "Sudah surut. Petugas sudah membersihkan area yang terkena banjir," kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kebumen Frans Haedar, kemarin (15/4).
Bako Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto memyampaikan, banjir di PAP Krakal terjadi pada sore hari akibat curah hujan cukup tinggi. Hingga pukul 21.00 petugas terus melakukan asasemen dan pemantauan di sekitar lokasi wisata. "Tim BPBD beserta Forkompincam sudah ke lokasi. Sekarang genanggan air limpasan di PAP Krakal surut," ucapnya.
Selain di PAP Krakal, banjir juga melanda dua desa di Kecamatan Alian. Yakni di Desa Kambangsari dan Desa Surotrunan. Kondisi banjir diperparah karena Sungai Kedungbener meluap hingga ke permukiman warga. "Sudah dilakukan koordinasi dengan pihak pemdes serta OPD teknis untuk penanganan lebih lanjut," terangnya.
Tak hanya itu, pada hari yang sama bencana tanah longsor juga melanda di empat titik tersebar di tiga kecamatan. Satu di antaranya longsor menimpa jalan penghubung Pujitirto-Krakal. Akibatnya akses lalu lintas di jalan K1 atau milik kabupaten tersebut sempat terputus.
Dia mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, sambaran petir, pohon tumbang, dan genangan air. (fid/din)
Editor : Satria Pradika