RADAR PURWOREJO - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang mencatat ada peningkatan pergerakan pemudik pada Lebaran 2024. Diperkirakan terdapat 1,26 juta kendaraan yang masuk ke wilayah ini pada tiga hari menjelang Lebaran atau naik 9,4 persen dibanding tahun lalu.
Kepala Dishub Kota Magelang Candra Wijatmiko Adi mengutarakan, peningkatan pergerakan itu terjadi pada arus mudik dan balik. Puncak arus mudiknya terjadi H-3 atau pada Minggu (7/4/). “Untuk arus balik mulai H+2 atau mulai Jumat sampai Minggu," ungkapnya kemarin (17/4).
Pada tahun lalu, tercatat ada 1,14 juta kendaraan yang masuk Kota Magelang. Jika tahun ini diperkirakan 1,26 juta, berarti ada peningkatan 9,4 persen. Sedangkan arus balik mulai Jumat (12/4) hingga Minggu (14/4) ada 1,2 juta kendaraan yang keluar atau melewati Kota Magelang. Pergerakan kendaraan tersebut rata-rata terjadi pada siang hingga malam hari.
Sementara pada Senin (15/4), volume kendaraan mulai berkurang. Begitu pula kemarin (17/4). Secara berkala, dishub selalu memantau pergerakan kendaraan yang melintas di wilayahnya. Terlebih, dishub serta Polres Magelang Kota telah menempatkan posko pelayanan angkutan Lebaran di sejumlah titik.
Posko yang disediakan tersebut guna memantau pergerakan kendaraan selama pelaksanaan arus mudik dan balik. Titik-titik yang disiapkan seperti di Terminal Tipe A Tidar Magelang, Simpang Trio, Rejowinangun, Simpang Canguk, Alun-Alun Kota Magelang, dan Sambung.
Dengan begitu, dapat dilakukan langkah-langkah antisipatif jika terjadi penumpukan kendaraan atau masalah dalam perjalanan. Beberapa titik rawan kemacetan juga sudah dipetakan. Seperti di Simpang Canguk dan Artos.
Berdasarkan pantauan CCTV, kondisi lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran terpantau ramai lancar. Bahkan, tingkat kecelakaan kendaraan terjadi penurunan dibanding tahun lalu pada periode yang sama. Baik kendaraan roda dua maupun empat.
Itu berarti keselamatan sarana dan prasarana jalan sudah meningkat dengan baik. Namun, perlu ditingkatkan kembali agar meminimalisir kecelakaan atau kemacetan pada momentum masa ramai Lebaran atau Natal dan tahun baru.
Untuk mengurangi permasalahan kemacetan lalu lintas kendaraan di wilayah Kota Magelang, ada sejumlah upaya yang dilakukan. Dishub rutin melakukan sosialisasi berita kemacetan pada titik-titik rawan kemacetan melalui variable message signs (VMS), announcer simpang, dan media sosial.
Selain itu, dishub juga melakukan manajemen rekayasa lalu lintas pada titik-titik yang terpantau ramai kemacetan. "Dengan melalukan pengendalian sistem ATCS, APILL, pemasangan traffic cone, water barrier, dan perambuan," ujar Candra. (aya/din)
Editor : Satria Pradika