Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Jembatan Gantung “Seribu Janji” Segera Diperbaiki, Mulai Rabu Dibongkar, Jalur Alternatif di Kampung Dumpoh

Naila Nihayah • Selasa, 7 Mei 2024 | 14:15 WIB
KURANG LAYAK: Warga melintas di jembatan gantung yang menghubungkan Ngembik Lor, Kramat Utara, Kota Magelang dengan Rejosari, Bandongan, Kabupaten Magelang. (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
KURANG LAYAK: Warga melintas di jembatan gantung yang menghubungkan Ngembik Lor, Kramat Utara, Kota Magelang dengan Rejosari, Bandongan, Kabupaten Magelang. (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)

RADAR PURWOREJO - Jembatan gantung penghubung antara Ngembik Lor, Kota Magelang dengan Bandongan, Kabupaten Magelang dalam proses pengerjaan. Rencananya, jembatan tersebut mulai dibongkar pada Rabu (8/5). Namun, sudah ada imbauan kepada warga untuk tidak melewati jembatan tersebut terhitung mulai kemarin (6/5).

Jembatan yang dijuluki 'seribu janji' ini hanya mengandalkan alas berupa bambu dan ditopang dengan pipa besi serta kayu. Pengendara harus berhati-hati saat melintas karena di bawah jembatan mengalir Sungai Progo. Tidak sedikit penbonceng yang memilih turun dan berjalan kaki meniti jembatan daripada harus berboncengan.

Rencana peningkatan jembatan menjadi permanen itu sudah mencuat sejak satu tahun yang lalu. Nantinya, jembatan itu akan menjadi akses jalan menuju lokasi TPST Regional di Bandongan.

Perwakilan dari Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Magelang, Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya, Provinsi Jawa Tengah Marjan mengutarakan, berdasarkan keputusan rapat pekan lalu, jembatan itu akan dibongkar pada Rabu pekan ini. Pihaknya juga memberi imbauan kepada warga bahwa akses jalan tersebut akan ditutup, sekaligus petunjuk arah. " Karena harus ada pengondisian alat berat. Semoga lancar tidak ada kendala," ujarnya.

Begitu jembatan dibongkar, praktis akses jalan dari Ngembik Lor menuju Bandongan dan sebaliknya, terhambat. Warga bisa melewati jalur alternatif di Kampung Dumpoh. Di sana, juga ada jembatan yang menghubungkan Kota Magelang dengan Bandongan, Kabupaten Magelang.

Marjan menyebut, saat ini pihaknya masih berhitung untuk memasukkan alat berat. Mengingat jalur dalam kota (Ngembik Lor) terbilang sempit dan sepi. Sementara akses jalan untuk alat berat di Desa Rejosari, Bandongan, sudah dibuat. Nanti ada getaran yang ditimbulkan dari alat berat. Sehingga perlu disosialisasikan kepada warga agar maklum dan tidak mengganggu. “Apalagi nanti ada truk trailer yang masuk," bebernya.

Jembatan ini nantinya bakal dibangun dengan panjang 100 meter dan lebar 7 meter. Dengan begitu, tidak hanya dilalui kendaraan roda dua, tapi juga roda empat. "Proses pembangunan sudah dikontrak per 1 April sampai akhir tahun nanti 31 Desember," imbuhnya.

Warga Ngembik Lor Dinda Aulia mengaku baru kali ini melintas di jembatan gantung setelah beberapa tahun lamanya. Saat melintas dengan sepeda motornya, dia merasakan kakinya gemetar. "Ngeri (jembatannya). Kaki sampai gemetar. Nggak berani lihat kanan-kiri," akunya.

Saat baru mengendarai motor beberapa meter, jembatannya mulai tidak stabil dan bergoyang. Namun, untuk melintas di jembatan gantung itu, memang harus dengan kecepatan tinggi. "Yang penting kencang. Kalau nggak, nanti malah parno sendiri. Terakhir lewat 2019, ini penasaran pengen nyoba lagi," sambungnya. (aya/din)

Editor : Satria Pradika
#bandongan magelang #Kabupaten Magelang #Kota Magelang