Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Mengulik Sejarah Lawang Sewu Semarang, Saksi Bisu Pertempuran Lima Hari Zaman Penjajahan Belanda 

Luthfasari Ardani • Rabu, 5 Juni 2024 | 23:23 WIB
Lawang Sewu
Lawang Sewu

 

RADAR PURWOREJO - Nah buat kalian yang mempunyai hobi travelling dan menjelejah tempat wisata bersejarah di berbagai daerah yang ada di Indonesia. Salah satunya tempat yang cocok untuk kalian kunjungi adalah berada di Kota Semarang yakni tepatnya Lawang Sewu.

Karena Lawang Sewu adalah pilihan yang tepat bagi pencinta wisata berbasis sejarah yang mana lawang sewu ini benar - benar menyimpan banyaknya sejuta sejarah pada masa penjajahan kelam Belanda dan juga Jepang pada masa itu.

Lawang Sewu ini juga menjadi saksi bisu dari peristiwa pertempuran lima hari yang berlangsung pada 1945 antara angkatan pemuda kereta api (AMIKA) atau tentara Jepang.

Arti dari kata Lawang Sewu menurut orang Jawa adalah lawang yang berarti " pintu " dan sewu yang berarti " seribu " jika digabungkan artinya " pintu seribu atau lebih tepatnya pintu yang mempunyai jumlah seribu. Lawang sewu ini mempunyai pintu di dalamnya mencapai sekitar lebih 928 pintu dan hanya kurang saja di angka 72 pintu.

Jika sesuai pintu Lawang Sewu itu mempunyai seribu pintu sangat tepat jika sejarah ini dinamakan sebagai lawang sewu, namun akan tetapi masyarakat sekitar sudah menyebutnya lawang sewu dan penyebutnanya itu sudah dikenal oleh masyarakat seluruh Indonesia.

Berada di tengah Kota Semarang, tepatnya dijalan pemuda, awalnya dahulu lawang sewu ini merupakan hanya sebatas kantor administrasi kereta api pada Belanda yang bernama " Nederlandsch - indische spoorweg Maatschappij ( NIS ).

Arsitek yang membangun gedung ini memang awalnya mempunyai keinginan membuat gedung dengan nuansa yang berbeda dari gedung sejarah yang lainnya agar para wisata yang berdatangan ditempat sejarah tersebut dapat membedakannya.

Mas Aris yang merupakan salah satu tour giude wisata di Kota semarang dan dirinya fokus pada lawang sewu telah menjelaskan kepada wisatawan yang mengunjungi tempat tersebut, dirinya mengatakan bahwa " Bangunan ini pertama kalinya yang dibuat adalah gedung C yang digunakan sebagai kantor percetekan karcis kereta api ditahun 1900 pada masa kepemimpinannya Ir. P.de Rieu saat itu.

Namun akan tetapi di tengah - tengah pembangunan lawang sewu pada masa pimpinannya Ir. P.de Rieu, dirinya meninggal dunia dan telah dilanjutkan oleh Prof. J Klinkhamer dan B. J. Oundag. Pada saat beliau ditunjuk untuk melanjutkannya, bangunan selanjutnya yang dibangun adalah bangunan A yang berfungsi untuk kantor utama NIS di 1904 hingga bangunan lawang sewu ini selesai Juli 1918. 

Editor : Heru Pratomo
#zaman penjajahan belanda #belanda #semarang #Saksi Bisu #lawang sewu