Dilansir dar Radar kudus, Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pertanian dan Pangan Kudus yaitu Arin Nikmah menjelaskan bahwa, hasil pantauan di lapangan sejumlah pasar hewan dan tingkat peternak mengalami peningkatan populasi hingga 100 persen.
Hal tersebut disebabkan karena hewan kurban didatangkan dari luar daerah, seperti Jawa Timur dan Jawa Barat.
“Kenaikan harga kurban saat Idul Adha itu wajar, karena ternak juga didatangkan dari luar daerah,” ujar Arin Nikmah.
Ia juga mengatakan bahwa hewan kurban yang dibeli oleh masyarakat dikenakan biaya titip sebesar Rp500 ribu.
Hewan ternak tersebut akan diinapkan di kandang dari peternak hingga sampai pada H-1 Lebaran Idul Adha.
Namun terdapat pula biaya titip sudah termasuk pada kesepakatan dengan harga pembelian harga hewan kurban.
“Jadi sistemnya masyarakat tidak langsung mengambil hewan yang dibeli, tapi dititipkan dulu beberapa hari,” tambahnya.
Angka permintaan hewan kurban pada Kabupaten Kudus masih terbilang cukup tinggi.
Hal tersebut dikarenakan ketersediaan stok hewan di peternak telah dibayar DP 70 persen.
Banyak dari masyarakat yang langsung membeli ke tingkat peternak.
Sehingga harga dapat mengalami kenaikan yang wajar dan dapat berubah sewaktu-waktu.
“Stok hewan saat ini kurang lebih 30 persen itu belum by name atau belum kepemilikan,” ujarnya.
Pada masyarakat Kudus paling banyak diminati yaitu hewan kerbau karena kepercayaan masyarakat mengenai ajaran Sunan Kudus.
Harga kerbau dapat berkisar Rp. 20 hingga 40 juta per ekor, sesuai dengan berat hewan.