Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Chattra Candi Borobudur Bakal Dipasang September, Bangkitkan Nilai Spiritualitas bagi Umat Buddha dan Masyarakat

Naila Nihayah • Selasa, 16 Juli 2024 | 14:00 WIB

BERDIRI KOKOH: Inilah penampakan struktur chattra hasil rekonstruksi Theodore van Erp. Dipasang pada stupa induk sekitar 1910, lalu dibongkar kembali karena sebagian besar batunya tidak asli.NAILA NIH
BERDIRI KOKOH: Inilah penampakan struktur chattra hasil rekonstruksi Theodore van Erp. Dipasang pada stupa induk sekitar 1910, lalu dibongkar kembali karena sebagian besar batunya tidak asli.NAILA NIH
 



RADAR PURWOREJO - Wacana pemasangan chattra atau payung di puncak stupa induk Candi Borobudur menemukan titik terang. Kementerian Agama (Kemenag) bersama tim terus berupaya agar chattra bisa segera dipasang. Rencananya, pemasangan dilakukan September mendatang. 


Dirjen Bimbingan Masyarakat Buddha, Kemenag RI Supriyadi mengutarakan, rencana pemasangan chattra Candi Borobudur kerap dibahas di forum-forum tertentu. Dia berharap, sebelum masa pemerintahan Presiden Jokowi berakhir, chattra bisa dipasang.

 Bagi umat Buddha, chattra merupakan sebuah perlindungan. Karena chattra bermakna payung. “Manakala kita berada dalam satu buah payung yang besar, payung agung, maka tentu ada ketenteraman dalam batin jiwa kita," ujarnya,kemarin (15/7).

Dia menegaskan, pemasangan chattra bukan semata-mata untuk menjadikan umat Buddha semakin merasa gembira. Tetapi untuk membangkitkan nilai spiritualitas bagi umat Buddha dan masyarakat pada umumnya. Di sisi lain, chattra dapat memayungi keagungan dari Candi Borobudur.

Dia menyebut, kajian soal pemasangan chattra ini terus dilakukan. Kemenag menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk merumuskan kebijakan pemasangan chattra. " Karena pemasangan chattra tidak hanya dari pendekatan spiritualitas, tapi juga teknis," katanya. 

Supriyadi menuturkan, rencana pemasangan chattra hingga saat ini terus berproses. Dengan melibatkan para pakar, harapannya dapat memenuhi harapan dari kalangan umat Buddha. "Sehingga apa yang direncanakan, dapat terukur dan tidak menimbulkan persoalan apapun," imbuhnya.

Bebatuan yang merupakan bagian chattra itu kini tersusun kokoh di kompleks Museum dan Cagar Budaya (MCB) Borobudur. Keinginan dan permintaan untuk memasang kembali chattra mulai ada sekitar 2008-2009. Ini didasarkan diskusi panjang para arkeolog dengan memperhatikan kaidah dan prinsip pemugaran.

Hanya saja, saat itu, hasil keputusan mengatakan bahwa chattra tidak layak untuk dipasang kembali. Kemudian, keinginan untuk memasang chattra kembali muncul pada 2018. Namun, hasilnya masih sama. Tidak layak untuk dipasang.

Lalu, pada 2023 lalu, rencana soal pemasangan chattra Candi Borobudur kembali mencuat. Sejak saat itu, Kemenag terus melakukan berbagai upaya agar rencana tersebut dapat terealisasi. Termasuk melakukan sejumlah diskusi panjang. 

Seorang pemuka agama Buddha Bhante Subhapanno Mahathera mengatakan, pemasangan chattra menjadi suatu kabar yang baik dan menggembirakan. Karena chattra itu simbol yang punya makna agung. “Sesuatu yang agung, yang mulia, tentunya akan mendatangkan manfaat," paparnya.

Dia menyebut, dengan adanya pemasangan chattra, praktis umat Buddha melihat Candi Borobudur kian utuh dan sempurna. Harapannya, keyakinan umat Buddha semakin bertambah dan meningkat. "Mudah-mudahan menjadi pertanda yang baik," sambungnya. (aya/din)

Editor : Satria Pradika
#mcb #Kemenag #Presiden Jokowi #Candi Borobudur #Radar Purworejo