Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Jamin Distribusi ke Pelanggan Akan Tetap Lancar, Perumda Air Minum Tirta Gumilang Manfaatkan Mata Air

Naila Nihayah • Kamis, 15 Agustus 2024 | 17:10 WIB

AMBIL AIR: Banyak warga dari luar Ngrajek, Mungkid yang mengambil air dari Tuk Mudal saat musim kemarau untuk memenuhi kebutuhan mereka.NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
AMBIL AIR: Banyak warga dari luar Ngrajek, Mungkid yang mengambil air dari Tuk Mudal saat musim kemarau untuk memenuhi kebutuhan mereka.NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
 

 

RADAR PURWOREJO - Musim kemarau memberi dampak terhadap ketersediaan air bersih kepada warga. Bahkan, debit air di sejumlah sumber mata air, mulai berkurang. Meski begitu, Perumda Air Minum Tirta Gemilang Kabupaten Magelang memastikan distribusi air kepada pelanggan tetap berjalan dengan baik.

Direktur Peruda Air Minum Tirta Gemilang Kabupaten Magelang Agus Tri Suharyono menyebut, ada 20 titik sumber mata air yang dimanfaatkan untuk mengairi rumah-rumah warga. Seluruh mata air itu dalam kondisi baik dan terawat. Apalagi selama ini Perumda Air Minum Tirta Gemilang selalu melakukan upaya penghijauan di sekitar mata air.”Untuk jangka pendek melakukan pemeliharaan dan perawatan bangunan penangkap mata air," ujarnya,Rabu (14/8).

Sementara upaya jangka panjangnya berupa konservasi. Baik di lingkungan mata air mupun daerah tangkapan air hujan dengan metode sipil teknis seperti pembuatan sumur resapan. Juga dengan metode vegetasi atau penanaman pohon konservasi. 

 

Mata air yang saat ini dapat menghasilkan debit air dalam jumlah banyak adalah mata air Sijajurang. Mata air tersebut dapat menyuplai wilayah Kecamatan Mertoyudan bagian barat. Kemudian mata air Semaren yang menyuplai wilayah Kecamatan Muntilan, Mungkid, Sawangan, dan Candimulyo.

Adapula mata air Citrosono yang dapat menyuplai wilayah Mendut dan Kecamatan Mungkid. "Memasuki musim kemarau ini, kami mohon gunakanlah air dengan bijak. Untuk mengantisipasi debit air turun, alangkah baiknya menampung air ketika aliran masih baik," pesan Agus.

Upaya pemanfaatan sumber mata air juga dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang. Seperti di Desa Ngrajek, Mungkid; Mancasan, Tegalrejo; Pirikan dan Kalibening Payaman, Secang; serta Grabag. Selain daerah tersebut, BPBD juga berkoordinasi dengan desa lain yang memiliki sumber mata air dengan debit melimpah. 

Seperti sumber air di Sorogenen, Menayu, Muntilan; Dusun Noyogaten, Bandungrejo, Ngablak; Dusun Pakisan, Podosoko, Candimulyo; Desa Kapuhan, Sawangan; dan Desa Kalegen, Bandongan. Daerah tersebut, kata dia, debit airnya tinggi, kualitas airnya cukup bagus, dan lokasinya mudah dijangkau oleh tangki truk BPBD. 

"BPBD akan kirim surat ke pemerintah desa mengenai pemanfaatan sumber air untuk kemanusiaan," kata Plt Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang Bayu Eko Prihanto.

Bayu menambahkan, BPBD memperkirakan ada belasan desa di kawasan Bukit Menoreh yang berpotensi dilanda krisis air bersih. Seperti di Desa Kenalan, Candirejo, Giri Tengah, Karanganyar, Majaksingi, Ngadiharjo, dan Kembanglimus, Kecamatan Borobudur. Lalu, Desa Ngargoretno, Paripurno, Menoreh, Ngadirejo, dan Krasak, Kecamatan Salaman.

Baca Juga: Di Bulan Muharram, Baznas kabupaten Magelang Kucurkan Rp 525,7 Miliar untuk 1.002 Anak Yatim Piatu

Kemudian dua desa lainnya berada di wilayah Kecamatan Tegalrejo, yakni Dlimas dan Banyusari. Berdasarkan pengalaman beberapa tahun terakhir, lanjut dia, permintaan droping air disampaikan oleh kelompok relawan.

Karena mereka lebih tahu desa atau dusun yang sedang dilanda krisis air bersih. Harapannya, kekeringan ekstrem tidak terjadi."Namun, ada wilayah – wilyah yang perlu kita waspadai. Tetapi sejauh ini, belum ada desa yang mengajukan permohonan droping air," terangnya. (aya)

Editor : Satria Pradika
#perumda air minum #Kabupaten Magelang #mata air #Mungkid