RADAR PURWOREJO - Pemkot Magelang bakal menggelar Magelang Ethno Carnival pada 15 September mendatang. Kegiatan itu targetnya diikuti sebanyak 100 kontingen. Baik dari Kota Magelang maupun daerah lain. Kontingen dengan penampilan menarik dan meriah akan mendapatkan apresiasi.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang Sarwo Imam Santosa mengutarakan, kegiatan itu rencananya akan diselenggarakan pada Minggu, 25 Agustus. Namun, akhirnya terpaksa mundur karena beberapa pertimbangan.
Satu di antaranya, sebagian besar warga Kota Magelang masih menggelar kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-79 RI. "Dengan melihat pertimbangan itu, kayaknya tidak efektif bikin acara besar, sementara warga sedang sibuk-sibuknya (mengadakan kegiatan)," terangnya, Jumat (16/8).
Untuk itu, disporapar terpaksa menunda kegiatan Magelang Ethno Carnival. Agar warga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Sembari mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Harapannya, gelaran tersebut menjadi gong atau penutup dari segala bentuk kegiatan HUT ke-79 RI.
Kepala Bidang Pariwisata, Disporapar Kota Magelang Laila Wulandari menambahkan, kegiatan itu diprediksi akan diikuti sebanyak 100 kontingen. Hingga Jumat (16/8), jumlah sudah ada 28 pendaftar. Nantinya, para kontingen akan memperebutkan trofi dan uang pembinaan yang dibagi menjadi tiga kategori.
Dia merinci, tiga kategori tersebut antara lain, kategori umum dari luar daerah dan non-OPD. Kemudian, kategori OPD dan sekolah serta kategori drumband. "Karena tahun lalu, animo peserta drumband sangat banyak, jadi kami memberi kategori khusus dan membuka hingga 20 tim drumband," bebernya.
Adapun karnaval akan dimulai dari Jalan A Yani (Simpang CPM). Masing-masing kontingen akan diberi waktu sekitar 3 menit untuk unjuk kebolehan di depan panggung kehormatan. Tepatnya di sisi timur alun-alun. Barulah mereka akan diarahkan menuju Jalan Pemuda (Pecinan) dan berbelok ke Jalan Daha.
Sementara peserta drumband diarahkan lurus menuju tugu Adipura di simpang Pasar Rejowinangun. Dia optimistis, ada banyak kontingen yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. "Nanti pendaftarannya akan kami tutup H-10," kata Laila.
Terkait informasi yang beredar soal penarikan uang pendaftaran Magelang Ethno Carnival sebesar Rp 300 ribu, kata dia, hal itu merupakan syarat dari pihak ketiga. Sebab, dalam kegiatan ini, disporapar menggandeng pihak ketiga.
Namun, karena menimbulkan kontra, sehingga syarat tersebut dihapus. "Itu sebetulnya dari pihak ketiga untuk alokasi dana penghargaan. Tapi, kami akhirnya sepakat untuk menghapusnya. (Uang pendaftaran) beberapa pendaftar pun sudah dikembalikan. Jadi, kegiatan ini gratis. Kami lah yang akan mencari sponsornya," tegasnya. (aya/pra)