TEMANGGUNG - Yayasan Bina Aksara Mulya (YBAM) Jogja menggelar Pawiyatan Aksara Jawa metode “Cara Ngapak” di Pondok Pesantren Nur Lintang, Bandunggede, Kedu, Temanggung, Senin-Rabu (25-27/8). Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi aksara Jawa bagi para guru dan pendidik. Sekaligus menghadirkan metode pembelajaran inovatif yang mudah, praktis, dan relevan dengan kebutuhan siswa di sekolah dan generasi muda.
Pembina YBAM Akhmad Fikri AF menegaskan, metode carangapak dirancang untuk membantu pendidik dan guru dalam menyampaikan materi aksara Jawa dengan lebih komunikatif, menyenangkan, dan aplikatif di ruang kelas. Metode carangapak menekankan pada logika nalar visual (LNV).
“Para siswa diajak untuk memahami Aksara Jawa Jawa dari bentuk dan karakternya sehingga cepat hafal dan mudah mengingatnya,” lanjut pengasuh Pondok Pesantren YBAM yang merupakan penggagas dan penemu metode carangapak itu.
Carangapak merupakan metode yang dirancang untuk menjawab tantangan sekaligus mengatasi problem yang dihadapi para guru maupun siswa tersebut. “Hal ini sudah terbukti di berbagai sekolah dan komunitas yang kami latih dengan metode ini, merasakan kemudahannya dalam belajar baca tulis akasara Jawa,” jelasnya.
Pengasuh Pondok Pesantren, K.H. Muhammad Nurul Yaqin menyampaikan, para ulama dahulu juga banyak yang menyampaikan materi-materi dakwah dengan aksara Jawa. Hal ini tidak lain untuk mendekatkan ajaran Islam kepada masyarakat di Jawa.
Mereka menuangkan ajaran-ajaran luhur dalam serat-serat dan tembang-tembang tuntunan yang ditulisnya. “Harapannya para pendidik tidak hanya menguasai aksara Jawa secara teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan pedagogis dan edukatif yang mampu menumbuhkan minat siswa dalam belajar aksara Jawa,” tuturnya.
Editor : Heru Pratomo