Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

DPU Kota Semarang Bangun Polder Terboyo: Atasi Banjir di Genuk, Pedurungan, dan Gayamsari

Winda Atika Ira Puspita • Sabtu, 1 November 2025 | 04:37 WIB
Jalan sepanjang Kaligawe Raya tepatnya Exit Tol Kaligawe hingga depan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang terendam banjir, Rabu (13/3/2024).
Jalan sepanjang Kaligawe Raya tepatnya Exit Tol Kaligawe hingga depan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang terendam banjir, Rabu (13/3/2024).

SEMARANG – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang akan membangun Polder Terboyo sebagai upaya jalan keluar banjir di tiga kecamatan yakni Genuk, Pedurungan dan Gayamsari. Proyek ini tengah dalam tahap kontstruksi.

Kepala DPU Kota Semarang Suwarto menjelaskan, proyek ini membutuhkan lahan sekitar 250 hektare dengan kedalaman sekitar empat meter.

"Nantinya akan ditambah pompa yang mengalir ke Kali Babon dengan kapasitas 35.000 liter per detik," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (31/10/2025).

Dia mejelaskan, proyek tersebut saat ini dalam tahap konstruksi karena lokasinya berdekatan dengan Tol Tanggul Laut, yang kini membatasi aliran langsung ke laut.

"Nantinya, pompa yang dulunya ke laut sekarang harus melewati pintu air di Kali Babon," jelasnya.

Sementara sebagai upaya langkah pendek, pemkot memastikan seluruh sumber daya dikerahkan untuk menurunkan genangan air yang masih merendam sejumlah wilayah di Semarang bagian timur. Terutama di Kecamatan Genuk, Gayamsari, dan Pedurungan.

"Hasil rapat bersama Gubernur Jateng, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Wali Kota Semarang, dan Bupati Demak, disepakati semua pihak menurunkan muka air dengan mempercepat aliran dari Polder Terboyo," ujar Suwarto.

Dia mejelaskan, salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka akses air menuju Sungai Babon agar alirannya lebih lancar. Rencana akan dilakukan pelebaran saluran ke Sungai Babon.

"Kemarin juga sudah dilakukan peninjauan agar ada pelebaran saluran ke Sungai Babon. Kalau tidak dibuka, nanti akan tetap dibongkar dan ditambah pompa," tambah dia.

Selain itu, sejumlah pompa bantuan telah didatangkan dari berbagai daerah untuk mempercepat proses penyedotan air. 

"Pompa ini semua digerakkan ke Semarang, termasuk dari Kudus, Jepara, Pemalang, dan Solo. Selain itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana juga sudah menghidupkan pompa baru di Sringin," jelasnya.

Ia menambahkan, dalam minggu ini pompa baru di Tenggang diharapkan sudah bisa beroperasi. Total ada tiga unit dengan kapasitas 2.000 liter per detik per unit.

"Jadi total kapasitasnya bisa mencapai 10.000 liter per detik di Tegang, dan 20.000 liter per detik di Sringin. Ini untuk mempercepat penurunan air di Kaligawe, Genuk, dan Trimulyo,"terangnya.

Pun instan ini juga menambah pompa bantuan di Trimulyo, yakni dua dari pemkot, satu dari Jepara, dan satu dari Kudus.

Adapun total kapasitas pompa yang dikerahkan mencapai sekitar 30.000 liter per detik. Meski begitu Suwarto menyebut kapasitas tersebut masih belum cukup.

Sehingga untuk penanganan jangka pendek akan tetap mengandalkan pompa dan pengerukan kolam retensi yang dirasa masih efektif. 

"Karena wilayah yang banjir ini bentuknya cekungan dan pintu keluarnya hanya di Banjir Kanal Timur serta Terboyo, jadi andalannya memang di situ. Kita harapkan tidak turun hujan lagi sambil memperbaiki infrastruktur," ujarnya. (den/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#DPU Kota Semarang #Terboyo #banjir semarang #pemkot semarang