Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Genangan Banjir Semarang Mulai Menyusut: Efek Pompanisasi Masif Instruksi Gubernur Ahmad Luthfi dan Rekayasa Cuaca Mulai Terlihat

Winda Atika Ira Puspita • Minggu, 2 November 2025 | 23:33 WIB
Sejumlah titik banjir di Kaligawe mulai surut.
Sejumlah titik banjir di Kaligawe mulai surut.

SEMARANG - Ketinggian genangan banjir di Kota Semarang mulai menunjukkan penurunan signifikan Jumat (31/10/2025).

Rata-rata genangan di sejumlah wilayah yang terdampak turun sekitar 15 sentimeter hanya dalam waktu kurang dari sehari, usai Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau Kolam Retensi Terboyo, Kamis (30/10/2025).

Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa penurunan ini dipengaruhi dua faktor utama.

Pertama, penambahan unit pompa serta keterlibatan Babinsa dalam memantau aktivasinya. Kedua, menurunnya intensitas hujan setelah dilakukan rekayasa cuaca atas instruksi gubernur.

“Sebagaimana arahan Pak Gubernur, pompa terus ditambah. Kurang dari sehari, jika dirata-rata maka banjir turun 15 sentimeter,” ujar Bergas, dikutip dari Jawa Pos Radar Semarang Jumat (31/10/2025).

Menurutnya, upaya pengaliran genangan difokuskan pada tiga titik utama, yaitu kawasan permukiman, rumah warga, dan ruas jalan.

Penambahan tiga pompa mobile berkapasitas cukup besar ditempatkan di Trimulya. Penempatan pompa ini dinilai efektif, karena penurunan elevasi air di Trimulya otomatis memengaruhi genangan di wilayah Genuk.

Sementara itu, jumlah pompa di Kali Tenggang juga ditambah dari dua menjadi lima unit.

Bergas yang juga ditunjuk gubernur sebagai Satgas Pompa ini menuturkan, Pemprov Jateng melibatkan jajaran TNI dalam pelaksanaan pompanisasi.

Babinsa diturunkan untuk memantau proses pompanisasi di titik yang telah ditentukan.

"BPBD dan babinsa terus memantau pompa. Babinsa juga membuat laporan rutin dan mengirim video," terangnya.

Kepastian jalannya pompanisasi ini penting. Lantaran jika ada kendala dan tak segera diatasi cepat, akan mengganggu proses pengeringan genangan dalam skala besar. Baik itu kendala dari mesin pompa maupun bahan bakarnya.

Sesuai perintah gubernur, Satgas Pompa ini akan bertugas dalam kurun waktu sepuluh hari.

Dengan capaian penyusutan genangan banjir yang signifikan, diharapkan masyarakat bisa beraktivitas normal kembali sebelum sepuluh hari tersebut.

Satgas pompa ditunjuk oleh gubernur per Rabu 29 Oktober 2025 dalam rapat percepatan penanganan banjir di Kantor Gubernur.

"Kami beroperasi sepuluh hari. Semoga tidak sampai sepuluh hari masyarakat bisa beraktifitas normal," tambahnya.

Di sisi lain, rekayasa cuaca dalam beberapa hari terakhir juga disebutnya memiliki peranan besar.

Mengurangi atau bahkan menghilangkan curah hujan di wilayah Semarang, Demak dan sekitarnya bakal mempercepat mengalirkan genangan dari wilayah permukiman dan jalan. (*/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Gubernur Jateng #banjir semarang #genangan #Ahmad Luthfi #rekayasa cuaca #Pompanisasi