Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Banjir Kaligawe Semarang Mulai Surut, Gubernur Ahmad Luthfi Ungkap Hasil Kerja Kolaboratif Lintas Sektor: Mobil Pribadi Sudah Bisa Melintas

Winda Atika Ira Puspita • Senin, 3 November 2025 | 02:39 WIB

Banjir Kaligawe berangsur surut.
Banjir Kaligawe berangsur surut.

SEMARANG – Banjir yang melanda kawasan Kaligawe, Kota Semarang, mulai berangsur surut.

Kondisi ini tak lepas dari kerja kolaboratif lintas sektor yang dilakukan secara komprehensif oleh berbagai pihak.

Pun tampaknya strategi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam menangani banjir agar dilakukan dengan pendekatan “keroyokan” antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota mulai menunjukkan hasil.

 “Banjir di Kaligawe Semarang hari ini sudah turun. Kita doakan semoga terus berkurang,” ujar Luthfi, Jumat (31/10/2025).

Dia menjelaskan, penanganan banjir di kawasan Kaligawe melibatkan sinergi pemerintah pusat, provinsi, kota, TNI, hingga masyarakat. Sebab, persoalan banjir di wilayah tersebut membutuhkan langkah komprehensif yang terintegrasi.

Ia mencontohkan, genangan air di Kaligawe yang dialirkan ke Kolam Rentensi Temboyo perlu dibuang ke laut. Untuk membuangnya butuh operasional pompa yang banyak. 

Maka dari itu, rapat koordinasi lintas sektoral dan langkah nyata sudah dilakukan beberapa hari lalu.

Salah satu solusinya adalah penambahan kurang lebih 38 pompa untuk mengatasi banjir di Kaligawe. 

"Ini adalah kerja kolaboratif yang harus kita lakukan bersama. Tanpa itu kita tidak bisa," tegas Ahmad Luthfi. 

Satgas pompanisasi penanganan banjir di Kota Semarang juga dibentuk untuk memantau pompa-pompa yang tersebar di sejumlah titik. 

"Jadi pompa-pompa yang sudah jalan mana, pompa yang perlu diperkuat mana, dan yang perlu modifikasi mana. Sehingga secara terprogram itu terawasi, tidak dilepaskan apa adanya. Pompa itu kan mesin ya, mesin itu harus dijaga 1x24 jam, tidak bisa kita tinggal," tegasnya.

Di samping semua langkah komprehensif itu, upaya pencegahan banjir juga terus disosialisasikan.

Di antaranya masyarakat diberikan pemahaman atau pendidikan terkait situasi iklim dan cuaca, serta kondisi riil wilayah rawan banjir.

Selain itu, upaya pencegahan di kawasan garis pantai juga dilakukan pemprov bersama kabupaten/kota.

Di antaranya melalui program Mageri Segoro, yaitu menanam mangrove di 17 kabupaten/kota dengan panjang garis pantai sekitar 970 kilometer. 

Masayarakat juga diimbau untuk membiasakan tidak membuang sampah di sungai dan sembarangan. 

Gubernur optimistis, apabila semua upaya itu dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh pihak, termasuk masyarakat, banjir yang saat ini melanda akan bisa dicegah atau diatasi. (*/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#banjir semarang #Ahmad Luthfi #banjir surut #kaligawe semarang #Gubernur Jawa Tengah