RADAR PURWOREJO - Pria asal Manisrenggo yang dilaporkan hilang, ditemukan meninggal di Kali Talang, Balerante Kecamatan Kemalang, pada Selasa (4/11).
Warga Manisrenggo yang berinisial H (45) hilang selama empat hari sejak Jumat malam (31/10), dan ditemukan pada Selasa (4/11), tewas di Kali Talang, Desa Balerante.
Penemuan pria yang sebelumnya dilaporkan hilang berawal dari ditemukannya sepeda motor Vario milik korban di area Gardu Pandang Ekowisata Kali Talang, pada Minggu (2/11).
Sekdes Pemerintahan Desa Balerante, Jainu menjelaskan bahwa motor itu ditemukan tidak pada lahan parkir ekowisata resmi, melainkan di bawah gardu pandang.
Motor tersebut dievakuasi oleh Pokdarwis ke parkiran, dan setelah itu dilakukan penyisiran pada pukul 19.30 dari Pos 1 sampai Pos 4.
Juga menyisir jurang-jurang (1/11).
Hingga pukul 21.00 tidak membuahkan hasil. Pencarian itu dihentikan dan akan dilanjutkan keesokan harinya.
Hingga Senin (3/11) tidak ada seorangpun yang mencari sepeda motor tersebut.
Hingga Pihak desa melakukan koordinasi dengan Babinsa untuk melakukan pencarian data sepeda motor.
Akhirnya ditemukan bahwa motor itu milik seorang warga (H) Tanjungsari Manisrenggo, Klaten.
Setelah menghubungi pihak keluarga, terkonfirmasi bahwa Hermanto memang telah pergi dari rumah sejak Jumat malam.
Pemerintah Desa Balerante bersama Pokdarwis dan Polsek Kemalang menggelar rapat serta membuat laporan resmi terkait orang hilang di Polsek Kemalang.
Hermanto diduga bukan pengunjung resmi, lantaran ia datang pada malam hari dan memarkirkan motornya hingga ke area atas.
Operasi pencarian korban dilakukan pada Selasa (4/11) pukul 9.00. jajaran Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) seksi 2 Boyolali-Klaten, Pokdarwis, SAR Klaten, SAR DIY dan relawan desa.
Operasi tersebut melibatkan tim gabungan dan terbagi menjadi empat Search dan Rescue Unit (SRU).
Satu SRU menyisir area sungai, dua SRU menyusuri jalur trekking Kali Talang dan satu SRU menyusuri aliran sungai Woro di sebelah timur Kali talang.
Sementara relawan Jogja melakukan pencarian di wilayahnya.
Sekitar pukul 10.45 pencarian korban menggunakan drone, dan menangkap sebuah objek.
Kemudian dipastikan lebih lagi objek tersebut pada pukul 11.05 dan itu adalah korban berinisial (H).
Ditemukan kurang lebih 100 meter dari loksi penemuan sepeda motor.
Melansir Radar Solo, Wakil Komandan Operasi SAR Klaten, Arfan Khairun menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam posisi seperti orang duduk di cerukan batu dengan kedalaman sekitar 5 meter dari tebing sungai.
Diduga korban terpleset, karena dari lokasi penemuan korban terdapat sepasang sandal di tengah tebing, yang juga telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga bahwa itu memanglah sandal korban.
Hal itu menguatkan dugaan bahwa korban memang tergelincir dari atas.
Saat ditemukan, korban telah meninggal dunia dengan luka di bagian kepala.
Evakuasi dilakukan dengan tekning hauling system menggunakan tali dan tandu dan dilakukan estafet oleh relawan.
Dalam operasi SAR melibatkan kurang lebih 60 personel gabungan dari berbagai elemen, termasuk kepolisian dan koramil. (Priskila)
Editor : Meitika Candra Lantiva