TEMANGGUNG - Peringatan Hari Pahlawan Nasional turut menjadi perayaan Hari Jadi ke-191 Kabupaten Temanggung. Dua peringatan besar yang jatuh pada hari yang sama ini menjadi ajang refleksi dan kebangkitan bersama.
Bupati Temanggung Agus Setyawan menegaskan, semangat kepahlawanan harus menjadi fondasi dalam melanjutkan pembangunan daerah. Ia menyebut, perjuangan hari ini bukan lagi di medan perang, tetapi di medan kerja dan pengabdian.
“Para pahlawan berjuang dengan pengorbanan jiwa dan raga. Kini giliran kita melanjutkan perjuangan dengan bekerja, bergerak, dan berdampak,” ujar Agus di Alun-Alun Temanggung seperti yang diberitakan Radar Magelang.
Agus menekankan, tema “Merawat Warisan, Menyongsong Masa Depan” pada hari jadi ke-191 menjadi pengingat bahwa pembangunan saat ini merupakan hasil estafet panjang dari para pendahulu.
Dia mencontohkan, keberadaan Situs Liyangan, bukti peradaban maju sejak abad ke-2 Masehi yang mencerminkan kebesaran sejarah Temanggung.
“Kita memiliki tanggung jawab moral dan sejarah untuk menjaga warisan tersebut. Jangan sampai warisan itu hanya menjadi kebanggaan masa lalu, tapi juga harus menjadi inspirasi untuk karya masa depan,” tegasnya.
Selain mengenang jasa para pahlawan nasional, Agus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh pembangunan Temanggung.
Mulai dari bupati pertama Raden Tumenggung Arya Djojonegoro hingga para pemimpin, ASN, petani, dan pelaku usaha yang turut menggerakkan kemajuan daerah.
Momentum ganda ini, lanjut Agus, harus dimaknai sebagai semangat baru untuk menjadikan Temanggung lebih mandiri dan berdaya saing.
Agus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama sesuai peran masing-masing. Petani menjaga ketahanan pangan, pelajar menuntut ilmu, ASN memperkuat pelayanan publik, dan pelaku usaha terus berinovasi.
“Dengan niat tulus dan kerja keras bersama, Temanggung akan mampu berdiri sejajar dengan daerah lain di Jawa Tengah,” sebutnya. (dev/lis)
Editor : Sevtia Eka Nova