SOLO - Di saat elemen masyarakat memperingati Hari Pahlawan dengan menggelar upacara bendera dan mengheningkan cipta, ratusan eks karyawan PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Tbk memperjuangkan haknya.
Mereka menggelar unjuk rasa di depan gerbang bekas pabrik Sritex di Sukoharjo, Senin (10/11/2025) pagi. Mantan karyawan itu menuntut keadilan atas hak pesangon yang belum dibayarkan.
Berdasarkan data Disperinaker Sukoharjo, sekitar 4.000-an karyawan Sritex terkena PHK massal saat perusahaan dinyatakan pailit, dan urusan pembayaran pesangon menjadi tanggung jawab kurator.
Pantauan Radar Solo Jawa Pos Group, di depan pabrik Sritex, mantan karyawan yang mengikuti unjuk rasa mengenakan kaus serbahitam sebagai simbol solidaritas.
Mereka mengibarkan bendera putih bertuliskan Solidaritas Eks Karyawan Sritex.
Berbagai poster dan spanduk bernada protes dibentangkan.
Seperti "Kurator No Action Talk Only"; "Kurator Jangan Jadi Kura-kura"; "Kurator Leda-lede", serta tulisan "Pesangon Harga Mati".
Poster bergambar Marsinah juga tampak dibawa oleh demonstran, lengkap dengan slogan "Marsinah Tidak Mati, Kami Berlipat Ganda".
Ini menunjukkan kesinambungan semangat perjuangan buruh. Hingga berita ini diturunkan, aksi ratusan massa belum secara resmi dimulai. Para pendemo masih berdatangan memadati pintu utama eks PT Sritex sebagai panggung orasi. (kwl/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita