RADAR PURWOREJO - Forum Kebersamaan Umat Beriman (FKUB) Klaten menyelenggarakan ritual pengambilan Tirta Panguripan di tujuh mata air yang berada di Kabupaten Klaten, Minggu (10/11/2025).
Kegiatan ini dilakukan untuk menyambut peringatan Hari Toleransi Internasional pada tanggal 16 November.
Peringatan ini diasarkan pada hasil kesepakatan dari sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1995.
Para tokoh lintas agama di Klaten melaksanakan ritual sakral pengambilan air suci dari tujuh sumber mata air pada Senin (10/11/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Kamulyaning Tirta”, yang bermakna kesejahteraan dan kesucian air sebagai simbol kehidupan.
Ritual tersebut menjadi wujud kebersamaan lintas iman.
Perjalanan yang dimulai dari sumur yang berada di Masjid Golo, Kompleks makam Sunan Bayat.
Kemudian, dilanjutkan dengan perjalanan spiritual pengambilan air ke pertirtaan Geneng dan diawali dengan doa dari perwakilan umat Hindu.
Pengambilan air juga dilakukan di Umbul Brondong yang dilakukan oleh perwakilan umat Kristen yaitu, Pendeta Debora dari Gereja Kristen (GKJ) Kebonarum.
Umat Budha mewakili pengambilan air di Umbul Ttirta Mulyani. S
ementara itu, perwakilan dari umat Khatolik melaksanakan pengambilan air di Goa Maria Sendang Sriningsih Klaten.
Pendeta Wahyu Nirmala selaku Ketua FKUB Kebersamaan Kabupaten Klaten menjelaskan bahwa pentingnya ritual tersebut menjadi sebuah simbol persatuan.
Air menjadi sumber kehidupan.
Pengambilan air dari tujuh mata air yang berbeda mencerminkan keberagaman yang tetap menyatu dalam satu makna kehidupan yang sama.
Ritual pengambilan air ini juga memperkuat toleransi dari keberagaman yang harus dijaga bersama-sama.
Kegiatan ini juga untuk merayakan Hari Toleransi Internasional yang menjadi pengingat untuk seluruh masyarakat bahwa kerukunan dapat diciptakan.
Air suci yang dikumpulkan dari berbagai sumber air yang berbeda akan didoakan bersama dala doa lintas iman oleh seluruh pemuka agama di Vihara Bodhivamsa Klaten pada 15 November 2025.
Dalam acara tersebut juga akan diadakan kegiatan pelepasan ikan bersama Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan tokoh agama yang menjadi simbol pembebasan dan keseimbangan kehidupan alam.
Juga dilaksanakan penanaman pohon dan rehabilitas lingkungan yang menjadi aksi nyata terhadap konservasi alam.
FKUB Kebersamaan Klaten memikili harapan untuk dapat menjaga toleransi yang kuat dan juga dapat menjadikan kegiatan tersebut menjadi warisan spiritual dan dapat dijaga oleh seluruh masyarakat Klaten. (Priskila)
Editor : Meitika Candra Lantiva