KEBUMEN - Relawan kebencanaan Kebumen ikut berjibaku dalam penanganan longsor di Majenang, Cilacap dan Pandanarum, Banjarnegara.
Sebanyak 26 relawan turut diberangkatkan untuk menyisir puluhan korban yang tertimbun longsor di dua titik tersebut.
Kepala BPBD Kebumen Udy Cahyono menyampaikan, relawan sengaja dikirim ke lokasi bencana untuk menjalakan misi kemanusiaan.
Mereka dikirim setelah dua lokasi tersebut mengalami longsor cukup parah. "Kami terpanggil. Dari Jumat kemarin bantu penangaan, utamanya evakuasi korban," jelas Udy, kepada Radar Jogja, Selasa (18/11/2025).
Dia menyebut, dari total 26 relawan yang diberangkatkan, 15 di antaranya dikirim ke Cilacap dan 11 fokus di Banjarnegara.
Selain bantuan personel, sejumlah logistik dan peralatan yang dibutuhkan juga ikut dikirim ke lokasi bencana.
Seperti pompa alkon, mesin pemotong kayu, selimut dan handuk. "Logistik yang dikirim ke Banjarnegara dan Cilacap sama. Jumlah dan jenisnya sama," kata Udy.
Sementara itu, Tim Relawan Kebumen Heri Purwoto menjelaskan, setibanya di lokasi bencana relawan dari Kebumen langsung bergabung bersama tim SAR gabungan.
Di sana tim langsung melakukan penanganan darurat dengan membantu proses pencarian korban yang kedapatan masih tertimbun materia longsor.
"Posisi kami ada di sektor A1. Paling atas, jadi di mahkota longsor," terangnya.
Diungkapkan, proses pencarian korban berlangsung cukup sulit. Butuh perjuangan dan perhitungan cermat mengingat kondisi medan cukup terjal dan material longsor cukup tebal.
Namun begitu, tim relawan tidak putus asa untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban. "Dari pagi sampai sore di lokasi. Malam kami setting dan maintanance alat," ungkapnya.
Seperti diketahui, longsor hebat terjadi di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap terjadi pada Kamis (13/11/2025) malam.
Akibat kejadian ini 16 korban dilaporkan meninggal akibat tertimbun material longsor, sedangkan tujuh korban masih dalam proses pencarian.
Di Banjarnegara, bencana serupa juga terjadi. Tepatnya di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum.
Peristiwa ini menelan banyak korban jiwa. Berdasar data tim SAR, masih ada 27 korban dalam proses pencarian.
Sedikitnya 823 warga di empat RT terpaksa harus diungsikan ke tempat aman. (fid/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita