Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Dua SD di Kabupaten Semarang Rusak Parah, Empat Ruang Kelas Direhab Usai Atap Ambrol: Anggarkan Segini..

Winda Atika Ira Puspita • Rabu, 19 November 2025 | 03:14 WIB
Kondisi empat ruang kelas SD Kawengen 02 Ungaran Timur saat dibongkar untuk dilakukan rehabilitasi.
Kondisi empat ruang kelas SD Kawengen 02 Ungaran Timur saat dibongkar untuk dilakukan rehabilitasi.

UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga melakukan rehabilitasi empat ruang kelas yang atapnya ambrol.

Kerusakan itu terjadi di dua sekolah, yakni SD Kawengen 02 Ungaran Timur dan SD Wonorejo 03 Pringapus.

Kedua sekolah mengalami kerusakan serupa yakni atap kelas ambrol akibat dimakan rayap dan diperparah kondisi cuaca hujan dengan kelembapan tinggi.

Plt Kepala SD Kawengen 02 Ungaran Timur Suharto mengatakan, luas bangunan yang rusak mencapai 32 meter persegi.

Kerusakan mayor berada di bagian atap. Setelah dibongkar, tampak rangka atap dipenuhi rayap dan rawan rengat.

Ruang kelas mulai dikosongkan sejak awal tahun ajaran baru, Juli 2025. Selama rehabilitasi, sekolah menerapkan sistem shift.

"Ini sudah mulai pengerjaan. Untuk atap semua diganti tidak ada unsur kayu yang digunakan karena memang rawan rayap. Rencananya diganti besi. Kontrak rehabilitasi kelas selesai Desember. Tentu sementara ini anak-anak bergantian masuknya kita lakukan shif,"jelasnya ketika ditemui Selasa (18/11/2025).

amun, menurut Suharto, cara ini tidak efektif. Kelas 1–3 masuk pagi pukul 10.00. Sementara kelas 4–6 masuk mulai datang kondisi di kelas sudah tidak kondusif.

Anak-anak sudah mulai mengintip kelas yang akan digunakan sedangkan didalam masih ada kelas lain.

Bahkan sekolah terpaksa memotong jam belajar siswa untuk kelas yang bergantian.

 Baca Juga: Satu Pelaku Pencurian di Wonosobo Masih Buron, Pelaku Terancam Sembilan Tahun Penjara

SD Kawengen 02 memiliki 11 rombongan belajar dengan total 262 murid. Suharto berharap perbaikan segera rampung agar pembelajaran kembali normal.

Keputusan serupa juga dilakukan SD Negeri Wonorejo 03, Kecamatan Pringapus. Empat kelas di sana juga mengalami kerusakan pada atap hingga ambrol.

Di ruang kelas yang berukuran 7x8 meter itu, tampak lubang besar di bagian atap.

Kepala SD Negeri Wonorejo 03 Sritini mengatakan, untuk menjaga keselamatan siswa, pihak sekolah terpaksa mengosongkan empat ruang kelas yang rusak berat akibat atap dan plafon ambruk.

Kerusakan awal mulai terlihat sejak 2023, namun saat itu masih tergolong ringan dan sudah diperbaiki dengan tambal sulam.

Namun, memasuki 2024, kerusakan semakin parah. Puncaknya terjadi pada akhir September 2024 ketika atap plafon ambrol saat malam hari.

"Pagi untuk siswa kelas 1 dan 2, kemudian kelas 5 dan 6. Setelah anak-anak pulang, kelas 3 dan 4 belajar mulai siang,"ungkapnya.

Sementara itu Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Agung Galih H mengatakan, kedua SD tersebut sudah teranggarkan untuk dilakukan rehabilitasi.

Secara rinci untuk SD Kawengen 02 Ungaran Timur dengan anggaran Rp 261.540.244 sedangkan SD Wonorejo 03 Pringapus Rp 264.924.000 semuanya selesai pada Desember 2025.

Agung menyebut, kerusakan kelas mendominasi pada atap. Pihaknya menekankan kepada seluruh sekolah untuk terus melakukan pengecekan kelas hingga fasilitas sekolah lainnya.

Sehingga jika terlihat ada yang rusak atau perlu perbaikan bisa segera ditindaklanjuti.

"Kedua SD sudah dilakukan rehab pada kelas yang atapnya abrol. Kami juga terus mengingatkan ke seluruh sekolah untuk terus selalu mengecek kondisi bagunan sekolah baik itu kelas atau pun fasilitas lainnya. Sehingga tidak menunggu rusak parah dulu baru diperbaiki," tambahnya.(ria/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#atap ambrol #Kabupaten Semarang #sd #Rusak Parah #sekolah rusak