RADAR PURWOREJO - Kabupaten Klaten meraih prestasi yang membanggakan, dua penghargaan diraih dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2025 pada, Selasa (18/11/2025).
Acara yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata RI Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat pada, Selasa malam (18/11).
Dua penghargaan yang diraih, yaitu juara 1 kategori Cinderamata Gerabah Desa Melikan, Kecamatan Wedi, dan Juara 1 kategori Olahraga dan Petualangan melalui Jelajah Kampung Siluman Lereng Merapi, Kecamatan Kemalang.
Wakil Bupati Benny Indra Ardhianto mengaku bangga dan bersyukur, serta berharap agar pariwisata dan UMKM di Klaten dapat semakin maju.
“Alhamdulilah berkat usaha dan dorongan dar penggiat pariwisata dan UMKM. Klaten mendapatkan dua penghargaan sekaligus, semua juara , yakni kategori Cinderamata, dan Kategori Olahraga dan Petualangan. Harapannya tentu Kabupaten Klaten semakin maju pariwisatanya dan UMKM semakin baik lagi,” tutur Benny.
Kabupaten Klaten terpilih menjadi tuan rumah Anugerah Pesona Indonesia Kke-10 (API) Award 2026.
Penetapan ini ditandai denga penyerahan tongkat estafet dari Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, dengan didampingi oleh Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, kepada Wakil Bupati Klaten di acara tersebut.
Kerajinan gerabah yang dibuat di Melikan, Wedi memiliki ciri khas yang unik, karena menggunakan teknik putaran miring, yaitu 40-50 derajat.
Berbeda dengan gerabah pada umumnya, teknik ini diciptakan untuk menghormati perempuan perajin di Melikan.
Putaran miring memudahkan para perempuan yang dimana kala itu menggunakan jarik atau kebaya untuk bekerja, jadi posisi putaran miring ini dapat mempermudah pekerja perepmpuan tanpa harus mengubah posisi duduk atau pakaiannya.
Teknik putaran miring Gerabah Melikan ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi di tahun 2022.
Sedangkan untuk Kampung Siluman yang sekarang ini berada di kawasan aman Nasional Gunung Merapi (TNGM).
Kawasan yang dikenal sebagai perkampungan yang terdampak erupsi merapi pada tahun 1930.
Kampung Siluman termasuk dalam kawasan hutan konservasi.
Masyarakat mengupayakan pendekatan seni dan budaya dengan Kirab Pager Banyu yang dutin dilaksanakan setiap tahunnya.
Semua warga menjaga keasrian kawasan hutan bekas perkampungan tersebut.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaga kelestarian serta merawat sumber-sumber air yang ada di kawasan itu. (Priskila)
Editor : Meitika Candra Lantiva