Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

60 Relawan dari Wonosobo Dikirim ke Banjarnegara sejak Senin, Pencarian Korban Masih Terkendala Jalur yang Tertutup Material Longsor

Sevtia Eka Nova • Sabtu, 22 November 2025 | 02:30 WIB
Petugas BPBD Wonosobo membantu melakukan pencarian koran longsor di Desa Pandanarum, Banjarnegara dengan alat seadanya.
Petugas BPBD Wonosobo membantu melakukan pencarian koran longsor di Desa Pandanarum, Banjarnegara dengan alat seadanya.

 

WONOSOBO - Sebanyak 60 relawan dari Kabupaten Wonosobo dikirimkan ke Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara. Mereka turut membantu menangani bencana tanah longsor dan mencari korban.

 Koordinator TRC BPBD Wonosobo Sabarno menyebut, timnya mengirimkan personel secara bertahap sejak Senin (17/11) malam. Mereka bergabung dengan Basarnas dan unsur SAR lain dalam operasi besar yang melibatkan sekitar 500 personel untuk operasi pencarian. “Sebagian sudah berangkat dari beberapa hari yang lalu, dan bergantian secara berkala. Kami terus update kondisi dengan Basarnas karena situasinya berubah cepat,” ujarnya seperti yang diberitakan Radar Magelang Jumat (21/11).

Dia menyebut, para relawan tidak hanya terlibat dalam pencarian korban. Tetapi juga pendataan, dukungan logistik, hingga layanan kesehatan di posko pengungsian. “Kami ingin memastikan informasi lapangan akurat agar bantuan tepat sasaran,” tambah Sabarno saat dihubungi melalui sambungan telepon Kamis (20/11). 

Menurutnya, ada beberapa kendala yang ditemui di lapangan saat ini. Terutama karena akses menuju sektor pencarian terbilang ekstrem. Dari titik apel di Posko Padanarum, tim harus berjalan kaki sekitar dua kilometer. Karena jalur tertutup material longsor dan masih labil.

Rekomendasi Badan Geologi, lanjutnya, penggunaan alat berat belum aman dilakukan. Akibatnya, para relawan mengandalkan alat manual seperti cangkul, alkon, dan perlengkapan ringan lain untuk menembus area longsoran yang masih bergerak.

“Risiko longsor susulan cukup tinggi karena hujan masih turun. Tapi teman-teman relawan tetap siap di garis depan,” kata Sabarno.

Kontribusi relawan menurutnya saat ini tak hanya dalam pencarian 26 korban yang belum ditemukan. Tim kemanusiaan difokuskan untuk melakukan operasi penyedotan air untuk mengurangi genangan di sektor pencarian, layanan kesehatan untuk korban dan relawan, distribusi bantuan logistik bagi 931 pengungsi, serta penguatan koordinasi lintas daerah untuk mempercepat respons. 

Selain itu, mereka juga bertugas memonitor potensi longsor susulan. Disebut masih tinggi karena retakan horizontal di dataran tinggi dan curah hujan ekstrem. Namun dengan jumlah personil yang terus berdatangan, ini menjadi bukti solidaritas antar-daerah saat bencana besar melanda.

Operasi SAR dipastikan masih berlanjut dengan pengawasan ketat, sambil menunggu kondisi tanah cukup stabil untuk melanjutkan pencarian dengan alat berat. Relawan Wonosobo dijadwalkan tetap berada di lokasi hingga operasi dinyatakan selesai. (git/lis)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#korban #bpbd wonosobo #Kecamatan Pandanarum #relawan #tanah longsor #longsor #operasi pencarian #banjarnegara #Kabupaten Wonosobo