Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Potensi Bencana Meningkat, Tito Karnavian Minta Daerah Siaga dan Perpanjang Operasi SAR jika Diperlukan

Heru Pratomo • Sabtu, 22 November 2025 | 03:31 WIB
Potensi Bencana Meningkat, Tito Karnavian Minta Daerah Siaga dan Perpanjang Operasi SAR Jika Diperlukan
Potensi Bencana Meningkat, Tito Karnavian Minta Daerah Siaga dan Perpanjang Operasi SAR Jika Diperlukan

 

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi meningkat pada akhir tahun. Hal tersebut disampaikan saat meninjau lokasi longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Rabu (19/11/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Tito juga memimpin apel kesiapsiagaan bencana di area terdampak. Kegiatan ini dihadiri Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman; Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf Andi Azis; Danlanal Cilacap Kolonel Laut (PM) Damianus Denny Nixon Ogi; Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono; Kepala Kantor SAR Cilacap M. Abdullah; Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani; serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Memasuki hari ketujuh operasi pencarian, lima warga yang tertimbun material longsor masih belum ditemukan. Tito menegaskan bahwa operasi SAR akan diperpanjang jika seluruh korban belum berhasil dievakuasi.

“Ini sudah hari ketujuh. Kalau belum semua ditemukan, operasi akan kita perpanjang tiga hari,” ujarnya.

Tito mengingatkan bahwa potensi bencana hidrometeorologi perlu mendapatkan perhatian serius. BMKG memprediksi curah hujan tinggi akan terjadi pada November–Januari di berbagai wilayah, termasuk Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku selatan, dan Papua selatan.

“Ini harus jadi perhatian semua daerah,” tegasnya.

Pulau Jawa disebut sebagai wilayah yang paling rentan karena padat penduduk. Tito meminta pemerintah daerah segera mengidentifikasi titik rawan longsor dan banjir, serta menyiapkan langkah mitigasi, termasuk opsi relokasi bagi permukiman yang berada di zona berisiko. Ia menyebut apel kesiapsiagaan di Cilacap sengaja digelar di lokasi bencana sebagai pesan tegas bagi daerah lain agar lebih siap menghadapi potensi bencana serupa.

“Saya memimpin apel di sini agar daerah lain melihat kondisi ini dan bersiap-siap. Jangan sampai ada korban lagi,” katanya.

Tito juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim SAR gabungan dan berharap seluruh korban segera ditemukan. “Kita doakan lima korban lagi dapat ditemukan dan diserahkan kepada keluarganya,” ujarnya.

Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhamad Abdullah, mengatakan perpanjangan operasi pencarian akan diputuskan berdasarkan hasil pencarian hari ini. Tim masih memusatkan pencarian pada tiga sektor yang diperkirakan menyimpan korban, yaitu A1, B1, dan B2, masing-masing diduga masih terdapat satu hingga tiga korban.

“Kami maksimalkan pencarian hingga sore. Jika belum ada hasil, kami lakukan evaluasi dan ada kemungkinan operasi diperpanjang,” kata Abdullah.

Untuk mendukung pencarian, tim gabungan menggunakan drone untuk asesmen potensi longsor susulan, anjing pelacak K9, alat berat untuk penggalian, serta peralatan ekstrikasi manual dan modern untuk menjangkau area sulit.

 

Editor : Heru Pratomo
#cilacap #majenang #tito karnavian #longsor #Bencana hidrometeorologi #operasi SAR #menteri dalam negeri