Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Tabur Bunga untuk Maysarah dan Vani Akhiri Pencarian Korban Longsor Majenang, Fokus Siapkan Huntara

Heru Pratomo • Selasa, 25 November 2025 | 03:20 WIB

 

Tabur Bunga untuk Maysarah dan Vani: Komunitas Cilacap Mengakhiri Pencarian Korban Longsor
Tabur Bunga untuk Maysarah dan Vani: Komunitas Cilacap Mengakhiri Pencarian Korban Longsor

 

Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama Basarnas resmi menutup operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, dengan menggelar prosesi tabur bunga di dua lokasi terdampak, Sabtu (22/11/2025).

Penutupan dilakukan setelah upaya pencarian berlangsung selama sepuluh hari, dan keluarga dua korban yang belum ditemukan menyatakan keikhlasan serta menandatangani persetujuan penghentian operasi.

“Operasi pencarian ditutup pada Sabtu pukul 16.00,” ujar Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman.

Sebelum operasi dinyatakan selesai, pemerintah daerah bersama keluarga korban lebih dahulu melakukan tabur bunga di Worksite A-1 pada pagi hari, kemudian di Worksite B-1 pada sore harinya.

Prosesi ini menjadi simbol berakhirnya pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan, yakni Maysarah Salsabila (14) dan Vani Hayati Lanjarsari (12). Syamsul menekankan bahwa seluruh tahapan pencarian telah mengikuti prosedur operasi SAR.

“Tim sudah bekerja maksimal. Setelah evaluasi dan dialog dengan keluarga, operasi resmi kami tutup,” katanya.

Operasi yang awalnya direncanakan berlangsung tujuh hari dan kemudian diperpanjang tiga hari itu melibatkan penggunaan alat berat, penggalian manual, serta pemetaan detail area longsoran. Hingga penutupan operasi, tercatat 21 korban ditemukan meninggal, sementara dua lainnya masih hilang.

Setelah pencarian berakhir, pemerintah daerah beralih fokus pada penanganan pascabencana, terutama pembangunan hunian sementara. Lahan seluas 3,9 hektare telah disiapkan untuk sekitar 240 unit hunian sementara, yang dirancang agar dapat dikembangkan menjadi hunian tetap.

“Target kami bulan ini sudah mulai pembangunan, minimal 50 unit terlebih dahulu,” ujar Syamsul.

Baca Juga: Pikap Seruduk Truk Batu di Jalan Daendels, Panjatan, Kulon Progo, Satu Orang Dinyatakan Tewas Usai Terjepit

Setiap unit hunian sementara diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu, sebelum pemerintah melanjutkan pengajuan pembangunan hunian tetap kepada Kementerian Keuangan melalui BNPB.

Sebelum penentuan lokasi pembangunan, PVMBG dijadwalkan melakukan asesmen geologi untuk menentukan area relokasi, yang akan menjadi dasar penerbitan SK Bupati sebagai syarat administratif.

Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah, menyampaikan permohonan maaf jika dalam proses pencarian terdapat kekurangan.

“Operasi SAR hari kesepuluh kami nyatakan selesai dan ditutup. Dua korban tidak ditemukan, masing-masing satu di lokasi A dan satu di lokasi B,” ujarnya.

Abdullah menambahkan bahwa Basarnas tetap membuka ruang koordinasi jika suatu saat muncul temuan baru di lapangan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan potensi SAR lainnya yang terlibat sejak hari pertama.

Longsor yang terjadi pada Kamis (13/11/2025) malam menimbun permukiman warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, sehingga 46 warga terdampak.

Sebanyak 23 orang berhasil selamat, dua meninggal pada hari pertama, dan 21 ditemukan selama sepuluh hari pencarian. Dua korban yang tidak ditemukan kini dikenang melalui prosesi tabur bunga di lokasi bencana.

 

Editor : Heru Pratomo
#cilacap #pencarian korban #Longsor majenang #pvmbg #huntara #Cibeunying #basarnas