Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Pemkab Magelang dan Champion Cabai Bagikan Cabai Gratis untuk Redam Gejolak Harga Nataru

Naila Nihayah • Rabu, 10 Desember 2025 | 14:20 WIB
Warga rela mengantre demi mendapatkan paket cabai gratis di Lapangan drh Soepardi, Selasa (9/12)
Warga rela mengantre demi mendapatkan paket cabai gratis di Lapangan drh Soepardi, Selasa (9/12)

 

MUNGKID — Di tengah lonjakan harga cabai di tingkat konsumen, Pemkab Magelang bersama komunitas Champion Cabai menggelar gerakan peduli petani dan konsumen melalui pembagian paket cabai gratis di Lapangan drh Soepardi, Selasa (9/12).

Program ini menjadi satu upaya untuk meredam gejolak harga pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Aksi ini dilakukan sebagai bagian dari program pengendalian inflasi dan stabilisasi harga pangan.

Sebanyak 300 paket berisi cabai keriting, cabai rawit, dan bawang putih dibagikan kepada warga. Masing-masing paket berisi 0,2 kilogram (kg) per jenis komoditas.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Magelang Romza Ernawan menyebut, harga cabai mengalami kenaikan signifikan secara nasional, termasuk di wilayahnya.

Berdasarkan data terbaru, cabai rawit di tingkat petani mencapai rata-rata Rp 77 ribu per kg, sedangkan harga cabai keriting berada di kisaran Rp 65 ribu per kg.

Meski harga naik, Kabupaten Magelang justru tengah berada dalam kondisi surplus produksi cabai.

Menurut data distanpangan, pada Desember ini terdapat 244 hektare lahan panen cabai keriting dengan potensi produksi 1.433 ton, jauh di atas kebutuhan daerah yang hanya 143 ton.

Sementara untuk cabai rawit, luas panen mencapai 552 hektare dengan estimasi produksi 3.312 ton, padahal kebutuhan konsumsi lokal hanya sekitar 398 ton. "Dengan surplus ini, sisa produksi akan kami distribusikan ke daerah lain untuk membantu stabilisasi harga dan mencegah gejolak inflasi," katanya.

Gerakan ini, kata dia, menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam merespons fluktuasi harga komoditas strategis. Selain pembagian paket, pemerintah bersama Champion Cabai juga menyiapkan mekanisme distribusi antarwilayah agar harga tidak semakin liar.

Baca Juga: Ledakan Baterai Diduga Picu Kebakaran di Gedung Terra Drone, Asap Pekat Sulitkan Evakuasi

Program lanjutan direncanakan melibatkan petani, pasar tradisional, dan distributor pangan. Dengan kondisi produksi cabai yang melimpah namun harga tetap tinggi, tantangan berikutnya berada pada disiplin distribusi dan kontrol rantai pasok.

Ketua Champion Cabai Kabupaten Magelang Sudarno menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian Kementerian Pertanian bersama para pelaku budidaya cabai. Menurutnya, kenaikan harga bukan alasan untuk berhenti berbagi.

"Biasanya kalau harga mahal, orang berhenti berbagi. Tapi hari ini kami justru ingin hadir bantu warga yang kesulitan membeli cabai," ujar Sudarno.

Dia menyebut, harga cabai rawit di tingkat petani berada di kisaran Rp 75 ribu –Rp 80 ribu per kg, dan lebih tinggi lagi di pasaran. Pembagian dilakukan dalam dua tahap, yakni di Kecamatan Mungkid hari ini dan dilanjutkan di Kecamatan Pakis pada hari berikutnya. Total ada 900 paket cabai keriting, 900 paket cabai rawit, dan 900 paket bawang putih yang akan didistribusikan.

Pembagian cabai gratis ini praktis mengundang antusiasme warga. Antrean warga tampak memadati area kegiatan sejak pagi. Sebagian warga datang sambil membawa kantong belanja, bahkan ada yang rela berlari agar tidak kehabisan.

Editor : Heru Pratomo
#Inflasi #champion cabai #Cabai #Pemkab Magelang #gratis