Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Wow...! Damkar Solo Berijbaku Makamkan Jenazah Berbobot 200 Kg di TPU Danyung, Terjunkan Belasan Personel

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 5 Januari 2026 | 20:14 WIB
Petugas Damkar Kota Solo bekerja keras untuk memakamkan jenazah Rusminingsih yang berobot 200 kg.
Petugas Damkar Kota Solo bekerja keras untuk memakamkan jenazah Rusminingsih yang berobot 200 kg.

SOLO – Siang itu, di bawah terik matahari yang menyengat, suasana di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Danyung, Sukoharjo, Senin (5/1), tampak lebih sibuk dari biasanya. Bukan karena banyaknya pelayat, melainkan kehadiran belasan pria berseragam Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo yang membawa peralatan penyelamatan tak lazim di sebuah pemakaman: tali besar, tandu basket, hingga penyangga besi tripod.

Mereka tidak sedang memadamkan api, melainkan menjalankan misi kemanusiaan terakhir untuk Rusminingsih, 43, warga Kampung Bergolo, Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo yang tutup usia dengan bobot tubuh mencapai sekitar 200 kilogram.

Proses pemakaman Rusminingsih menjadi ujian fisik dan mental bagi para petugas. Sebanyak 12 personel penyelamat damkar dibantu oleh delapan personel Linmas Kelurahan Serengan bahu-membahu mengevakuasi jenazah dari mobil ambulans.

Tantangan pertama muncul ketika mereka harus melintasi aliran air selebar 1,5 meter dengan akses jembatan yang sempit. Jarak dari jalan utama menuju liang lahat yang cukup jauh memaksa petugas ekstra hati-hati menjaga keseimbangan tandu.

 “Kami menggunakan sistem penurunan vertikal. Jenazah diletakkan di dalam basket penyelamat karena kondisi berat badan yang tidak memungkinkan untuk dimasukkan ke dalam peti mati konvensional,” jelas Komandan Regu Damkar Kota Solo Matias Andri.

Dengan perhitungan matang, sistem tali dipasang pada tripod besi di atas lubang makam. Perlahan namun pasti, jenazah diturunkan ke liang lahat dengan penuh khidmat.

Alhamdulillah, dari rumah duka hingga liang lahat, semuanya berjalan lancar,” tambah Andri. Ini merupakan kali kedua Damkar Solo menangani pemakaman dengan bobot jenazah di atas rata-rata.

Duka ini bermula pada Minggu (4/1). Ketua RT setempat Harjanto menceritakan, momen dramatis saat warga dikejutkan oleh teriakan anak almarhumah dari lantai dua rumah mereka.

“Warga berdatangan karena mendengar teriakan. Ternyata almarhumah sudah pingsan di lantai atas. Kami langsung memanggil ambulans dan bantuan Linmas untuk mengevakuasi beliau ke bawah,” kenang Harjanto.

Rusminingsih sempat dilarikan ke RS Kustati, namun tim medis menyatakan ia telah menghembuskan napas terakhir, diduga akibat gangguan jantung yang dideritanya.

Harjanto menyebut almarhumah memang memiliki riwayat penyakit jantung dan kondisi fisiknya yang obesitas memperberat keadaannya. Apalagi, setelah momen perayaan tahun baru, kondisi kesehatannya diduga menurun drastic dan akhirnya meninggal dunia.

Di tepi liang lahat TPU Danyung, misi pemakaman super sulit itu tuntas. Rusminingsih telah beristirahat dengan tenang, dilepas oleh puluhan tangan yang bekerja keras memastikan perjalanan terakhirnya berjalan dengan martabat dan kehormatan yang layak sebagai manusia. (atn/bun/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#Damkar #Solo #sukoharjo #jenazah #misi kemanusiaan #dinas pemadam kebakaran #TPU Danyung #Kota Solo #tempat pemakaman umum (TPU)