SOLO - Kondisi kesehatan Daryanti, 33, korban perampokan dan pembunuhan di Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Boyolali hingga Minggu (1/2/2026) masih menjalani perawatan di Intensive Care Unit (ICU) RSUD Simo.
Untuk kondisi fisiknya terus membaik. Namun Daryanti mengalami trauma mendalam dan memerlukan pendampingan khusus dari tim ahli.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menjelaskan, Daryanti mengalami beberapa luka terbuka akibat senjata tajam.
Luka paling fatal berada di bagian leher, sementara luka lainnya ditemukan di bagian tangan.
"Luka di tangan karena korban berupaya melakukan perlawanan terhadap pelaku demi melindungi dirinya dan sang buah hati. Saat ini kondisi fisiknya sudah sadar, namun masih membutuhkan observasi ketat di ruang ICU," beber Kapolres, Minggu (1/2/2025).
Mengingat peristiwa mengerikan yang dialaminya—di mana putri kedua Daryanti, AO, 6, meninggal dunia akibat dibunuh pelaku, Daryanti kini mendapatkan pendampingan psikologis intensif.
"Kondisi mental korban belum stabil sepenuhnya karena trauma mendalam. Saat ini tim trauma healing gabungan dari Polres Boyolali dan Pemkab Boyolali sedang memberikan pendampingan serta coaching clinic secara berkelanjutan," tambah AKBP Indra.
Karena kondisi tersebut, Daryani belum bisa diminta keterangan resmi oleh tim penyidik terkait kronologi detail di hari kejadian.
Sebelumnya, Kapolres Boyolali didampingi jajarannya menghadiri prosesi pemakaman AO, Jumat (30/1). Kapolres menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar korban.
Diketahui, tim gabungan Polres Boyolali dan Jatanras Polda Jateng berhasil membekuk Agus Ratmono, 30, yang merupakan tetangga korban di Kabupaten Kudus, Jumat (30/1/2026) subuh.
Agus datang ke rumah Daryanti berdalih hendak membayar utang. Dia lalu menyerang Daryanti menggunakan pisau cutter dan diduga membunuh AO dengan cara membenamkannya di bak air. (fid/laz)
Editor : Heru Pratomo