TEMANGGUNG – Bupati Agus Setyawan menegaskan komitmennya untuk tidak memberlakukan lima hari sekolah bagi siswa SD dan SMP. Hal ini disampaikan Agus dalam Apel 10.000 Kader dan Parade peringatan Harlah 100 Tahun Masehi Nahdlatul Ulama (NU) di Alun-alun Temanggung, Sabtu (31/1).
Agus menyebut kebijakan enam hari sekolah adalah cara pemerintah daerah melindungi eksistensi Madrasah Diniyah (Madin) dan TPQ yang menjadi ciri khas pendidikan karakter di desa-desa.
Langkah itu dalam rangka menyiapkan generasi bangsa yang maju dan berakhlak mulia. "Pemkab Temanggung mendukung sepenuhnya kebijakan enam hari sekolah," ujar Agus Setyawan.
Pernyataan tersebut mempertegas sikap Agus Gondrong. Ia pernah menyampaikan hal serupa pada Apel Hari Santri 2025 lalu. Ia mengkhawatirkan, jika sekolah pulang sore, anak-anak di pelosok kampung-kampung akan terlalu lelah untuk mengaji.
Selain pendidikan, Agus juga mendorong percepatan gelar Pahlawan Nasional untuk ulama kharismatik, Kiai Subchi.
Ia merujuk ziarah ke makam sosok “Kyai Bambu Runcing” di Parakan, Kamis (29/1) lalu, oleh Wakil Presiden RI ke-13, KH Ma’ruf Amin, merupakan momentum penting memperjuangkan warisan sejarah yang harus diakui negara.
"Pemkab Temanggung sepakat dengan usulan yang telah diajukan kepada Kiai Subchi sebagai Pahlawan Nasional," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Temanggung, KH Muhammad Furqon (Gus Furqon), mengingatkan bahwa 100 tahun lalu para muasis (pendiri) bersepakat mendirikan NU sebagai wadah perjuangan dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di Indonesia.
Pihaknya berharap, NU Temanggung semakin maju, modern, dan maslahat. "Ibarat pohon, 100 tahun lamanya wadah perjuangan ini (membuktikan) akarnya NU sangat kuat sampai ke anak ranting," tuturnya. (uma/pra)
Editor : Heru Pratomo