Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Makin Pedas! Harga Cabai Rawit di Boyolali Tembus Rp 90 Ribu Akibat Cuaca Ekstrem

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 10 Februari 2026 | 07:15 WIB

 

Harga cabai di pasar tradisional terus meroket.
Harga cabai di pasar tradisional terus meroket.

SOLO - Tekanan inflasi mulai terasa di pasar-pasar tradisional Kabupaten Boyolali memasuki pekan kedua Februari 2026. Menjelang bulan suci Ramadan, sejumlah komoditas pangan utama, seperti cabai rawit merah dan daging ayam broiler mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan.

Pantauan di Pasar Boyolali Kota, Senin (9/2/2026) menunjukkan harga cabai rawit merah telah menyentuh Rp90 ribu per kilogram.

Padahal sebelumnya, harga komoditas ini masih bertahan di kisaran Rp50 ribu per kilogram. Heri, salah satu pedagang sayur, menyebut kenaikan terjadi secara bertahap setiap hari.

Selain faktor menjelang puasa, curah hujan yang tinggi menjadi kendala utama distribusi. Adapun harga cabai beragam varian sebagai berikut:

"Hujan terus-menerus membuat cabai mudah busuk sehingga hasil panen berkurang. Pasokan yang biasanya saya terima 7 kilogram, sekarang hanya sekitar 4 kilogram," keluh Heri.

Ia juga menambahkan kondisi pasar kini cenderung lebih sepi dibandingkan biasanya.

Tak hanya bumbu dapur, harga daging ayam broiler juga merangkak naik. Mida, pedagang daging ayam di los pasar setempat, mengungkapkan harga saat ini berada di kisaran Rp 38.000 hingga Rp 40.000 per kilogram.

"Kenaikan sudah terasa sejak tiga hari lalu, tepatnya saat momen tradisi Sradanan. Sebelumnya masih di harga Rp 35.000 per kilogram. Untuk pasokan sebenarnya masih aman, tapi harganya memang sedang tinggi," jelas Mida.

Meskipun cabai dan daging ayam melonjak, data laporan harian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Boyolali menunjukkan harga kebutuhan pokok lainnya seperti beras dan minyak goreng relatif masih stabil. (wa/laz)

 

 

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#Inflasi #kabupaten boyolali #harga komoditas #komoditas #Ramadan #harga kebutuhan pangan