Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Memanas! Senat Walkout, Mahasiswa Desak Pelantikan Nanik Sutami sebagai Rektor Universitas Boyolali (UBY) Dibatalkan

Adib Lazwar Irkhami • Rabu, 11 Februari 2026 | 20:06 WIB

 

Mahasiswa gelar demonstrasi saat pelantikan Nanik Sutami sebagai rektor Universitas Boyolali (UBY) dibatalkan, Rabu (11/2/2026).
Mahasiswa gelar demonstrasi saat pelantikan Nanik Sutami sebagai rektor Universitas Boyolali (UBY) dibatalkan, Rabu (11/2/2026).

SOLO - Prosesi pelantikan  Suasana Pelantikan Rektor Universitas Boyolali (UBY) periode 2026-2030 diwarnai aksi demo.

Pelantikan yang digelar di Graha Amarta kampus setempat mendapat penolakan oleh Senat UBY, serta mahasiswa.

Sebelum Rektor UBYNanik Sutami kembali dilantik sebagai rektor, ketua senat UBY Purwadi naik ke mimbar untuk menyampaikan mosi tidak percaya atas pelantikan rektor.

Beberapa dosen, staf yang semula duduk di kursi acara pelantikan pun langsung berdiri, dan membentangkan spanduk penolakan Nanik sebagai rektor lagi.

Tak sampai disitu, setelah menyampaikan mosi tidak percaya, Senat melakukan aksi walkout.

Hingga beberapa saat, mahasiswa juga ikut menggelar aksi di depan gedung dengan membawa spanduk dan berorasi.

Beberapa mahasiswa merobohkan karangan bunga yang ada di samping lokasi pelantikan.

Mereka juga berusaha masuk ke dalam gedung, namun dihalangi oleh petugas keamanan.

Meski terjadi penolakan, prosesi pelantikan Nanik sebagai rektor UBY periode 2026-2030 tetap digelar hingga selesai.

Sementara itu, setelah acara pelantikan selesai, Nanik mempersilakan seluruh mahasiswa yang demo masuk ke Graha Amarta untuk beraudiensi.

Perwakilan mahasiswa kemudian menyampaikan beberapa tuntutan.

Di antaranya berupa ketersediaan sarana kebutuhan dasar mahasiswa, pertanggung jawaban, hingga meminta pengangkatan Nanik dibatalkan.

Ketua BEM UBY Yudha Wardhana mengatakan, ada 6 poin yang menjadi tuntutan mahasiswa.

Dari keenam tuntutan, secara garis besar, mereka  tak puas dengan kepemimpinan Nanik selama ini.

"Ini terkait dengan keresahan mahasiswa,” jelas Yudha usai audiensi dengan Rektor UBY.

Meski tuntutan agar pengangkatan Nanik sebagai rektor dibatalkan tak bisa dipenuhi, mahasiswa bertekad mengawal kepemimpinan Nanik.

Akan kita kawal terus, agar benar-benar mencerminkan kepemimpinan rektor yang demokratis dan berpihak suara mayoritas," tambahnya.

Diketahui, Universitas Boyolali merupakan perguruan tinggi di bawah Yayasan Bhenika Karya.

Hanya saja, pengangkatan dan pemberhentian rektor merupakan kewenangan dewan pembina yayasan setempat.

Ketua Yayasan Bhenika Karya Indriyatmoko menyatakan tak bisa memenuhi tuntutan mahasiswa untuk membatalkan pengangkatan rektor.

"Kalau membatalkan itu tidak bisa. Karena ranahnya pembina yayasan," ujarnya.

Mahasiswa akhirnya mengubah tuntutan yang awalnya membatalkan pelantikan rektor, menjadi dikaji ulang.

Indriyatmoko mengungkapkan, pihaknya tidak mempermasalahkan tuntutan agar dikaji ulang. Namun tidak serta merta langsung dibatalkan.

“Mekanisme (pemilihan rektor) itu sudah sesuai dengan peraturan yang dibuat oleh yayasan,” tambahnya.

Terkait beberapa tuntutan lain yang utarakan oleh mahasiswa, pihaknya akan menindaklanjuti. Salah satunya terkait fasilitas penunjang belajar yang memadai.

"Nanti kita tinggal minta detailnya itu seperti apa. Saya malah senang diajak diskusi. Mahasiswa mintanya apa. Tapi kembali harus melihat anggaran," tandas Indriyatmoko. (fid/laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#UBy #pelantikan rektor #Walkout #rektor uby #demo #Universitas Boyolali #senat #nanik Sutami #Mahasiswa