Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Es Moni Maut di Jepara: Racikan Miras Diduga Dicampur Alkohol Luka, 6 Orang Tewas

Heru Pratomo • Rabu, 11 Februari 2026 | 21:10 WIB

Ilustrasi miras. (Dok Jawa Pos)
Ilustrasi miras. (Dok Jawa Pos)

 

JEPARA – Fakta baru mulai terungkap di balik tragedi minuman keras (miras) oplosan yang menewaskan enam warga di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji. Warga setempat menduga kuat adanya campuran alkohol pembersih luka berkadar 70 persen dalam racikan maut tersebut.

Berdasarkan penelusuran Radar Kudus, lokasi kejadian berada di rumah seorang warga berinisial P. Di sana, P diketahui menjual berbagai miras sekaligus meracik sendiri minuman yang kerap disebut "es moni". Minuman ini biasanya berkomposisi es batu, susu, arak, gingseng, dan minuman energi kemasan.

Baca Juga: Beringin Ratusan Tahun di Masjid Gedhe Mataram Kotagede Tumbang Lagi, Mobil Pasangan Prewedding Jadi Korban

Aktivitas minum-minum di lokasi tersebut dilaporkan berlangsung cukup lama, yakni sejak Sabtu (7/2) pagi hingga Minggu (8/2) dini hari. Ironisnya, sebelum insiden tragis memuncak, racikan es moni tersebut diduga kuat ditambahkan alkohol pembersih luka.

"Informasinya dicampur alkohol pembersih luka 70 persen," ungkap salah seorang sumber warga, Rabu (11/2).

Kondisi para korban awalnya tampak normal. Salah satu saksi menceritakan bahwa pada Minggu pagi pukul 08.00, salah satu korban masih terlihat bugar saat mengikuti pelatihan di SPPG. "Bocahnya segar, sempat mengobrol juga. Tidak ada raut orang mabuk, normal saja," tuturnya.

Baca Juga: Ketahun Rekam Tetangga Mandi, Warga Kulon Progo Ternyata Koleksi Banyak Video Serupa

Efek mematikan oplosan tersebut baru dirasakan beberapa jam kemudian. Para korban mulai mengeluh pusing dan mual hebat. Meski sudah menunjukkan gejala keracunan, beberapa korban awalnya bersikeras tetap sehat, bahkan ada yang menyatakan sanggup bekerja lembur.

Namun, kondisi kesehatan mereka menurun drastis hingga mengalami muntah-muntah hebat. "Salah satu korban bahkan ada yang sampai muntah darah," tambah sumber tersebut.

Meski warga sempat menyarankan para korban untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan sejak Minggu sore, banyak yang enggan. Salah satu korban, M. Arik Zulkarnain, baru dilarikan ke RS Sultan Hadlirin pada Senin (9/2) sore pukul 17.30. Sayangnya, nyawanya tak tertolong dan ia dinyatakan meninggal pada Selasa (10/2) pagi pukul 07.30.

Baca Juga: Puluhan Bikers Honda Vario Ramaikan Peluncuran New Vario 125 di Pakuwon Mall Jogja

Tempat kejadian perkara (TKP) milik Pongi terletak di area yang diapit kebun dan belum padat pemukiman. Selain menjadi tempat meracik miras, lokasi tersebut juga menyediakan fasilitas room karaoke yang menyediakan jasa pemandu lagu (LC) berdasarkan pesanan.

Warga setempat mengungkapkan bahwa usaha milik P tersebut sebenarnya sudah lama meresahkan. "Dulu warga pernah melakukan demo (penolakan), tetapi tempat itu ternyata masih terus beroperasi sampai kejadian ini," pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban dan kandungan zat kimia dalam miras oplosan tersebut.

Editor : Heru Pratomo
#mabuk #jepara #SPPG #Suwawal #Es Moni #campuran #Pakis Aji #miras oplosan #alkohol