Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Mengerikan! Tragedi Swafoto di Jalur Rel; Tiga Siswi SMP di Batang Tewas Tertabrak KA Argo Merbabu

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 22 Februari 2026 | 21:15 WIB

 

Penampakan lokomotif KA Argo Merbabu yang terlibat insiden di sekitar jalur kereta api GOR Sarengat, Kabupaten Batang.
Penampakan lokomotif KA Argo Merbabu yang terlibat insiden di sekitar jalur kereta api GOR Sarengat, Kabupaten Batang.

SOLO - Kabar duka menyelimuti warga Kelurahan Kasepihan, Kecamatan Batang, Sabtu (21/2/2026) pagi. Tiga siswi meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api (KA) Argo Merbabu di sekitar jalur kereta api GOR Sarengat, Kabupaten Batang.

Peristiwa tragis ini terjadi saat para korban diduga sedang asyik berswafoto (selfie) di area terlarang tersebut. Ketiga korban yang masih berusia 15 tahun tersebut diketahui berinisial IS, D, dan G. Ketiganya merupakan warga satu kelurahan di Kecamatan Batang.

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengonfirmasi KA Argo Merbabu relasi Semarang Tawang Bank Jateng–Gambir tersebut sempat melakukan "berhenti luar biasa" pasca-kejadian guna melakukan pemeriksaan sarana perkeretaapian.

"Setelah dilakukan pengecekan oleh awak sarana dan dinyatakan aman, kereta baru diberangkatkan kembali dari lokasi pada pukul 07.09 WIB," jelas Luqman, Sabtu (21/2/2026).

Luqman menyampaikan rasa duka cita yang mendalam sekaligus keprihatinan atas peristiwa yang merenggut nyawa remaja tersebut. Ia menyayangkan masih adanya warga yang nekat beraktivitas di jalur aktif kereta api.

PT KAI Daop 4 Semarang kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya beraktivitas di sepanjang jalur rel. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, masyarakat dilarang keras berada di ruang manfaat jalur kereta api.

"Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa rel kereta bukan tempat bermain, apalagi lokasi swafoto. Kami terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan pemukiman warga untuk mencegah kasus serupa terulang kembali," tegas Luqman.

Kawasan rel kereta api di wilayah Batang memang kerap menjadi titik kumpul anak muda, terutama di pagi hari selama bulan Ramadan. Kondisi area yang terbuka sering kali membuat warga lengah akan risiko kecepatan tinggi kereta yang melintas.

Penjaga pos perlintasan sebidang GOR Sarengat Ramelan menambahkan, kereta api sering kali melaju sangat cepat dan terkadang suaranya samar karena faktor angin atau kebisingan lingkungan.

 

"Kami sangat berharap orang tua ikut berperan aktif mengingatkan anak-anaknya. Rel itu jalur maut, jangan sampai ada korban lagi hanya karena ingin berfoto atau sekadar nongkrong," imbau Ramelan. (wa/laz)

Editor : Sevtia Eka Nova
#KA Argo Merbabu #tertemper #meninggal dunia #Kelurahan Kasepihan #Kabupaten Batang #kereta api (KA) #Kecamatan Batang