Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Menu 'Kering' MBG Ramadan Tuai Sorotan, Orang Tua Siswa: Lebih Baik Diganti Menu Mentah

Winda Atika Ira Puspita • Rabu, 25 Februari 2026 | 19:20 WIB

Foto : Menu kemasan 'kering' MBG selama bulan Ramadan 2026 di Semarang mencuat kritik, dinilai kurang layak.
Foto : Menu kemasan 'kering' MBG selama bulan Ramadan 2026 di Semarang mencuat kritik, dinilai kurang layak.

SEMARANG - Menu makan bergizi gratis (MBG) selama bulan Ramadan tahun 2026 menuai sorotan.

Pasalnya, menu 'kering' dinilai kurang layak memenuhi gizi para siswa.

Hal ini dirasakan Dewanto warga Semarang. Menurutnya, menu yang diterima anaknya tidak cocok diberikan oleh Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Bonus Hari Raya untuk Ojol Bersamaan dengan Surat Edaran THR

Di hari pertama masuk sekolah selama Ramadan, yakni Senin (24/2) anaknya yang bersekolah di salah satu SD di Semarang Selatan menerima menu berupa sebuah pisang, tiga biji kurma, telur ayam, dan roti kemasan.

Sedangkan di sebuah SD di Kecamatan Candisari menu yang diperoleh yakni roti, sebiji salak, sebungkus kacang, dan pastel.

"Enggak cocok untuk anak SD, apalagi  kacang-kacangan. Enggak semua anak suka," katanya, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga: Kemenhub Sebut Jawa Barat Paling Banyak Kirim Pemudik, Menhub Imbau Gunakan Transportasi Umum

Hal serupa juga dialami orang tua SD Pekunden, Nur. Ia menyatakan menu yang diterima putranya tak layak untuk memenuhi kebutuhan gizi. Bahkan, jika dihitung secara nominal, tak sampai Rp 10 ribu.

"Menunya ada bubur kacang hijau, bolu kukus, jeruk, dan kacang. Itu paling hanya Rp 6 ribu, tidak sampai Rp 10 ribu," ujar Nur.

Ia menyatakan, banyak orang tua melalui komite di sekolah tersebut protes. Mereka berharap menu diperbaiki.

Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, Kemenhub Fokus Pengamanan Transportasi dan Objek Vital Nasional

Berbeda dengan harapan Putri, warga Demak yang bekerja di Semarang.

Menurutnya, menu yang kini disebut 'kering' alangkah lebih baiknya jika diganti dengan bahan mentah.

Hal itu dinilai akan memudahkan dan menjamin nilai gizi makanan karena orang tua akan memberikan menu sajian bergizi, seperti mengutamakan protein.

Baca Juga: Dana Zakat Hanya untuk Delapan Asnaf, BAZNAS Tegaskan Tak Biayai Program MBG

"Lebih baik diganti menu mentah saja. Misalnya anggaran Rp 60 ribu dalam seminggu bisa diberikan satu ekor ayam atau satu kilo telur, atau bahan mentah yang bisa dimasak di rumah. Bisa ditambah susu, roti. Itu justru lebih bermanfaat," kata dia memberi masukan.

Selama menerima 'menu kering', bahkan hingga sekarang makanan itu belum dimakan oleh sang anak.

Putrinya lebih menyukai menu yang disiapkan orang tuanya sendiri. Dengan begitu, ia merasa MBG bulan Ramadan ini kurang bermanfaat. Berbeda dengan menu sebelumnya saat hari biasa.

Baca Juga: Inilah Fakta Unik Mengenai Sroto Sokaraja Kuliner Banyumas dari Namanya Hingga Bumbunya!

"Sekolah anak saya termasuk telat menerima MBG, waktu itu mereka antusias. Tapi sekarang semangat menyurut karena menunya kurang menarik," kritiknya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Tim Percepatan MBG Jateng, Hanung Triyono tak banyak berkomentar.

Ia menyatakan sudah ada Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2026 Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia tentang Pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada bulan ramadhan dan Idul Fitri 1447H/2026M, dan libur tahun baru Imlek 2026.

Baca Juga: Menjelang Muktamar ke-35, Insantara Ungkap 14 Nama Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Dalam SE itu, diterangkan paket makanan kemasan sehat MBG merekomendasikan menu untuk makanan kemasan.

Menu meliputi telur asin, abon, dendeng kering, buah, dan/atau makanan khas lokal lainnya, serta kurma (opsional).

Pemberian menu itu dengan tetap memperhatikan keamanan pangan, mutu makanan, serta standar gizi menurut kelompok usia penerima manfaat.

Baca Juga: Waspada Takjil Manis, Gula dalam Susu Kental Manis Bisa Lampaui Batas Harian

Ketentuan lain, dalam penetapan menu MBG selama Bulan Ramadan, tidak dianjurkan menggunakan menu yang cepat basi, bercita rasa pedas, dan berpotensi menimbulkan keracunan pangan.

"Arahan dan standardisasi di atas bisa sebagai pedoman," kata Hanung singkat. (ifa/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#semarang #MBG Ramadan #menu mentah #Makan Bergizi Gratis #Menu Kering #Ramadan #Mbg