MUNGKID - Selama Ramadan, menu pada program makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah sekolah Kabupaten Magelang dan Kulon Progo turut menuai sorotan dari orang tua siswa. Keluhannya mengarah pada kualitas menu yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran. Serta belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan gizi anak.
Orang tua siswa asal Sawangan, Haksoro mencermati menu MBG yang diterima anaknya yang masih duduk di bangku TK dalam tiga hari pertama pelaksanaan pekan ini. Pada hari pertama, anaknya mendapat roti, pisang, dan susu kemasan.
Selain roti, anaknya turut mendpatkan pastel, puding, dan belimbing. Namun dia menilai, menu ini tetap tidak bergizi. Lantaran, menu roti yang disisipkan di dalam MBG sama sekali tak mewakili gizi. Bahkan hanya memenuhi sedikit unsur karbohidrat. Termasuk pastel yang dianggap sebagai makanan ringan biasa.
Menu serupa juga diterima SDN Gembongan. Kepala Sekolah SDN Gembongan Pri Hastuti Komarul mengaku, program MBG menu kering telah diterima sekolah sejak Senin (23/2). "Hari pertama menunya, satu roti, lima kurma, patties ayam, dan satu puding melon," ungkapnya.
Berbeda dengan menu reguler, menu kering tak hanya berisi makanan. Di dalam paket juga berisi kertas petunjuk konsumsi. Petunjuk itu berisi imbauan konsumsi saat buka puasa dan mekanisme pengahatan makanan.
Menurutnya, menu MBG keting selama Ramadan hampir sama dengan menu hari Sabtu, saat sekolah libur. Kebanyakan menu berisi makanan kering yang biasanya diberikan kepada siswa pada hari Jumat.
Kordinator Wilayah BGN Kulon Progo Aini Ambarwati menyebut, selama Ramadan menu MBG disesuaikan. Lantaran, mayoritas siswanya menjalankan ibadah puasa. "MBG kering, dengan tetap meninjau komponen gizi," ungkapnya.
Aini menegaskan, BGN telah menetapkan standar gizi. Sehingga, satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) selayaknya memperhatikan standar untuk menyusun menu MBG kering. (aya/gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova