Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Polda Jateng Siapkan One Way Lokal Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026

Magang Radar Purworejo • Selasa, 17 Maret 2026 | 12:53 WIB

Kapolri dan Kapolda Jateng bersama perangkat daerah meninjau pos pemantauan mudik di gerbang tol Kalikangkung (Humas Jateng).
Kapolri dan Kapolda Jateng bersama perangkat daerah meninjau pos pemantauan mudik di gerbang tol Kalikangkung (Humas Jateng).
Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way lokal untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus mudik Lebaran 2026, khususnya di ruas jalan tol wilayah Semarang dan sekitarnya.

Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol M. Pratama Adhyasastra, mengatakan langkah tersebut akan diterapkan secara situasional apabila terjadi kepadatan lalu lintas yang signifikan.

“Kami mengantisipasi dengan melaksanakan one way lokal apabila terjadi kemacetan di wilayah Kota Semarang, untuk ditarik sampai dengan ke arah Bawen,” ujarnya pada Senin (16/3), dikutip dari Humas Jateng.

Menurutnya, kepadatan arus kendaraan diperkirakan mulai terjadi pada puncak mudik yang diprediksi jatuh pada 18 Maret 2026.

Volume kendaraan diperkirakan meningkat dari KM 70 ruas Tol Jakarta–Cikampek hingga KM 421 ruas Tol Semarang–Solo.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, kepolisian menyiapkan sejumlah skenario penanganan. Pada kondisi lalu lintas normal dengan volume di bawah 2.000 kendaraan per jam, operasional gerbang tol tetap berjalan seperti biasa.

Namun, jika terjadi peningkatan hingga sekitar 3.000 kendaraan per jam, akan disiapkan tambahan gardu satelit serta penguatan patroli di lapangan.

Sementara itu, jika terjadi kondisi darurat, yang ditandai dengan volume kendaraan di atas 3.000 per jam selama tiga jam berturut-turut dan kecepatan rata-rata kendaraan turun di bawah 20 km/jam, maka skema one way lokal akan diberlakukan. Rekayasa ini direncanakan diterapkan dari KM 422 hingga KM 442 arah Bawen.

Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), Nasrullah, memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diproyeksikan berlangsung pada 24 Maret 2026.

“Jika melihat data mulai dari H-10 sampai dengan tanggal 15 Maret atau H-6, sudah mulai terjadi peningkatan lalu lintas yang mengarah ke arah Semarang, dan bertransaksi di gerbang tol Kalikangkung. Kita lihat secara akumulasi sudah 45,58% di atas normal,” tuturnya.

Pada puncak arus mudik, jumlah kendaraan yang masuk melalui gerbang tol tersebut diperkirakan mencapai sekitar 68.900 kendaraan per hari. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026 dengan volume mencapai 73.900 kendaraan.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Listyo Sigit Prabowo, turut mengapresiasi kesiapan berbagai pihak dalam menghadapi arus mudik tahun ini.

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan operator jalan tol menjadi kunci dalam menjaga kelancaran lalu lintas.

“Tadi saya lihat bahwa dari sisi persiapan pelayanan baik mulai dari bagaimana mengatur rekayasa arus lalu lintas, mulai dari pengaturan One Way Lokal dan juga One Way Nasional, termasuk terobosan baru dengan nama Sipolan (sistem informasi atau layanan). Ini menjadi pelengkap respon cepat 110 yang sudah ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyampaikan apresiasi kepada Polda Jawa Tengah atas berbagai terobosan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pemudik, salah satunya melalui penekanan pada aspek safety dan hospitality.

“Melalui inovasi yang dilakukan Polda Jateng, harapannya keramahtamahan untuk menyambut saudara kita yang mudik bisa berjalan lancar, dan jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.

Penulis: Ferry Aditya

Editor : Bahana.
#Jawa Tengah #Mudik Lebaran 2026 #polda jateng