Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Duh…Dua Desa di Sragen Bersitegang; Kades Gawan Sesalkan Aksi Sepihak Petani Jono Bongkar Irigasi

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 5 April 2026 | 21:13 WIB
Pembongkaran irigasi pertanian yang dilakukan warga Desa Jono, Kecamatan Tanon, Sragen, Minggu (5/4/2026). Ahmad Khairudin/Radar Solo
Pembongkaran irigasi pertanian yang dilakukan warga Desa Jono, Kecamatan Tanon, Sragen, Minggu (5/4/2026). Ahmad Khairudin/Radar Solo

SOLO – Ketegangan menyelimuti perbatasan Desa Jono dan Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Sragen.

Proyek normalisasi irigasi yang macet di tangan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen kini mulai memicu konflik horisontal antarpetani.

Aksi bongkar paksa saluran yang dilakukan warga Jono pada Minggu (5/4/2026) pagi memicu reaksi keras dari Pemerintah Desa (Pemdes) Gawan.

Baca Juga: Janji Manis Normalisasi Belum Terealisasi, Petani Jono Sragen Bongkar Saluran Irigasi

Situasi panas ini menjadi tamparan keras bagi Pemkab Sragen.

Kelambanan DPU dalam merealisasikan janji normalisasi saluran di wilayah tersebut.

​Kepala Desa (Kades) Gawan Sutrisna secara terbuka menyayangkan aksi sepihak tersebut.

Baca Juga: Bukan untuk Liburan, Wajib Buat Laporan Bulanan: Pengawasan Pegawai Pemkot Jogja Diserahkan Kepala OPD

Menurutnya, tindakan warga Jono yang membuka paksa pintu air tidak hanya melanggar etika antarwilayah, tetapi juga mengabaikan kesepakatan yang telah dibangun bersama Desa Gentan Banaran, Kecamatan Plupuh.

Baca Juga: Polres Gunungkidul Tutup Lima Aktivitas Tambang Ilegal, Pelaku Diminta Segera Urus Izin

”Kami sangat menyayangkan etika dari pihak Jono. Kalau mau membuka (saluran), setidaknya disampaikan ke kami. Ada aturan mainnya karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar Sutrisna, Minggu (5/4/2026) siang.


Baca Juga: Muhammad Rofiki, Santri Pondok An-Nawawi Jadi Dosen Tamu UI, Isi Perkuliahan Fakultas Vokasi

Sutrisna menjelaskan, posisi Desa Gawan secara geografis berada di wilayah hilir. Beban air di wilayahnya sudah sangat berat karena harus menampung kiriman dari hulu sekaligus luapan Sungai Bengawan Solo.

​Dalam kesepakatan sebelumnya, diputuskan bahwa pintu air ke arah Gawan baru akan dibuka secara total jika pengerjaan fisik oleh DPU Sragen sudah berjalan.

Baca Juga: Polres Gunungkidul Tutup Lima Aktivitas Tambang Ilegal, Pelaku Diminta Segera Urus Izin

Tujuannya jelas yakni agar air langsung mengalir ke badan sungai lewat saluran yang sudah dinormalisasi, bukan malah luber dan menenggelamkan sawah warga Gawan.

”Sekarang kalau dibuka paksa saat saluran belum siap, airnya masuk ke sawah kami. Masalah ini sangat sensitif karena urusan perut. Kami tidak ingin ada ketegangan antar-desa hanya karena masalah ini,” tambahnya.

​Namun, nasi sudah menjadi bubur. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan sempat terjadi gesekan di lokasi saluran.

Baca Juga: Rombongan Remaja Ketahuan Bawa Sajam di JJLS, Hanya Dua Remaja Berhasil Diamankan

Warga Gawan sempat berupaya menutup kembali saluran yang dibongkar, namun warga Jono kembali membukanya.

Bahkan, petani Jono melontarkan ancaman akan melakukan pembongkaran lebih luas jika ada pihak yang berani menutup aliran air tersebut. ​

Aparat keamanan dari Polsek dan Koramil setempat terpaksa turun tangan untuk meredam emosi kedua belah pihak agar tidak pecah menjadi bentrokan terbuka. (din/adi/laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#normalisasi irigasi #bongkar paksa #gawan #sragen #PEMDES