Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Diduga Depresi soal Sekolah dan PKL, Pelajar di Tasikmadu Karanganyar Nekat Akhiri Hidup

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 6 April 2026 | 21:19 WIB
Polisi olah TKP siswa akhiri hidup di Perumahan Anugrah Abadi, Desa Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar, Senin (6/4/2026) pagi. Rudi Hartono RS/Radar Solo
Polisi olah TKP siswa akhiri hidup di Perumahan Anugrah Abadi, Desa Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar, Senin (6/4/2026) pagi. Rudi Hartono RS/Radar Solo
SOLO – Peristiwa tragis terjadi di wilayah Desa Karangmojo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.
Seorang pelajar berinisial RAA, 16, warga Perumahan Anugrah Abadi, Desa Karangmojo nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada Senin (6/4/2026) pagi sekitar pukul 07.30.
Kepala Desa Karangmojo Sri Hardiyanto membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut, korban diduga mengalami tekanan terkait persoalan sekolah dan praktik kerja lapangan (PKL).

Baca Juga: Korban Alami Luka akibat Celurit, Polisi Masih Buru Para Pelaku Penganiayaan di Jalan Godean, Sleman

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sebelum kejadian korban sempat meminta kepada orang tuanya untuk pindah sekolah sekaligus berpindah tempat PKL.

Alasannya, korban merasa tidak mampu menjalani aktivitas tersebut karena dianggap terlalu berat.

Namun, permintaan tersebut tidak dikabulkan oleh orang tua. Mengingat masa pendidikan dan PKL korban hanya tinggal beberapa bulan lagi, orang tua meminta agar korban tetap melanjutkan hingga selesai.

Baca Juga: Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Serahkan 72 Serat Kekancingan di Gunungkidul, GKR Mangkubumi Ingatkan Tak Dijadikan Agunan Utang 'Gunakan Secara Bijak'

”Setelah pembicaraan itu, orang tua korban sempat mengantarkan adik korban ke sekolah. Saat kembali ke rumah, justru mendapati korban sudah dalam posisi gantung diri,” ujar Sri Hardiyanto.

Korban diketahui mengakhiri hidupnya dengan menggunakan kain sarung yang diikatkan pada kisi-kisi ventilasi di atas pintu kamar.

Melihat kondisi tersebut, orang tua korban langsung berupaya menyelamatkan dengan menurunkan korban dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

Baca Juga: Siswa SD Baru, Tegalmulyo, Kepek, Wonosari Patah Tulang usai Jatuh ke Sungai saat Duduk di Tepi Jembatan

”Saat diturunkan, kondisi tubuh korban masih hangat. Kami juga sempat berusaha memberikan pertolongan,” tambahnya.

Namun nahas, setibanya di rumah sakit, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Pihak medis menyatakan korban telah meninggal dunia.

Peristiwa ini sontak mengundang keprihatinan warga sekitar. Aparat desa mengimbau para orang tua untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anak, terutama yang tengah menghadapi tekanan pendidikan maupun lingkungan. (rud/adi/laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#depresi #PKL #PELAJAR #Sekolah #bunuh diri