Baca Juga: Korban Alami Luka akibat Celurit, Polisi Masih Buru Para Pelaku Penganiayaan di Jalan Godean, Sleman
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sebelum kejadian korban sempat meminta kepada orang tuanya untuk pindah sekolah sekaligus berpindah tempat PKL.
Alasannya, korban merasa tidak mampu menjalani aktivitas tersebut karena dianggap terlalu berat.
Namun, permintaan tersebut tidak dikabulkan oleh orang tua. Mengingat masa pendidikan dan PKL korban hanya tinggal beberapa bulan lagi, orang tua meminta agar korban tetap melanjutkan hingga selesai.
”Setelah pembicaraan itu, orang tua korban sempat mengantarkan adik korban ke sekolah. Saat kembali ke rumah, justru mendapati korban sudah dalam posisi gantung diri,” ujar Sri Hardiyanto.
Korban diketahui mengakhiri hidupnya dengan menggunakan kain sarung yang diikatkan pada kisi-kisi ventilasi di atas pintu kamar.
Melihat kondisi tersebut, orang tua korban langsung berupaya menyelamatkan dengan menurunkan korban dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
”Saat diturunkan, kondisi tubuh korban masih hangat. Kami juga sempat berusaha memberikan pertolongan,” tambahnya.
Namun nahas, setibanya di rumah sakit, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Pihak medis menyatakan korban telah meninggal dunia.
Peristiwa ini sontak mengundang keprihatinan warga sekitar. Aparat desa mengimbau para orang tua untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anak, terutama yang tengah menghadapi tekanan pendidikan maupun lingkungan. (rud/adi/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita