Di lokasi tersebut, mereka diduga menggelar pesta minuman keras. Di tengah aktivitas tersebut, mereka tiba-tiba mendapatkan serangan dari kelompok pelajar sekolah lain yang melintas, sehingga memicu perlawanan balik.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, aksi saling serang diduga kuat telah direncanakan sebelumnya oleh kedua kelompok pelajar.
Hal ini diperkuat dengan adanya indikasi penggunaan senjata tajam oleh para pelajar yang terlibat bentrokan.
Anang, seorang warga yang menyaksikan langsung keributan menuturkan, para pelajar tampak telah membekali diri dengan alat pemukul dan senjata tajam sebelum tawuran pecah.
“Yang dari SMK di Mojosongo kayaknya juga sudah persiapan bawa senjata tajam,” ujar Anang.
Aksi tawuran itu tidak berlangsung lama setelah seorang anggota polisi yang kebetulan melintas di lokasi segera mengambil tindakan tegas untuk membubarkan massa.
Kelompok pelajar penyerang langsung melarikan diri ke berbagai arah, sementara belasan siswa SMK negeri di Mojosongo kembali ke area basecamp mereka.
Namun, petugas kepolisian dari unit patroli segera mengepung lokasi untuk melakukan pengamanan.
Saat petugas mendatangi lokasi, ditemukan barang bukti berupa dua botol minuman keras yang sebagian isinya telah ditenggak.
Sebagian pelajar yang diamankan didapati dalam kondisi aroma alkohol yang menyengat dan diduga kuat sedang mabuk.
Para pelajar tersebut akhirnya mengakui bahwa mereka baru saja merayakan hari jadi sekolah dengan mengonsumsi minuman keras sebelum akhirnya terlibat tawuran.
Baca Juga: Manfaat Buah Sawo Mentah yang Jarang Diketahui, Salah Satunya Melancarkan Pencernaan
Guna mencegah aksi balasan dan memberikan efek jera, belasan pelajar tersebut langsung digelandang ke Mapolres Boyolali menggunakan mobil patroli.
Polisi juga melakukan pendataan serta penyisiran di sekitar lokasi guna mencari keberadaan senjata tajam yang sempat terlihat oleh saksi warga.
Di Mapolres Boyolali, para siswa ini akan menjalani proses pembinaan intensif serta pemanggilan pihak sekolah dan orang tua masing-masing.
Langkah hukum dan administratif akan diambil berdasarkan tingkat keterlibatan mereka dalam aksi tawuran maupun penggunaan senjata tajam.
Pihak kepolisian mengimbau agar sekolah memperketat pengawasan terhadap aktivitas siswa, terutama saat momen-momen perayaan yang rawan disalahgunakan untuk kegiatan negatif. (fid/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita