Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Hidupkan Kawasan Bersejarah Keraton Kartasura, Warga Tanam Tujuh Bibit Pohon Langka

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 26 April 2026 | 21:15 WIB
Penanaman bibit pohon langka di kompleks Keraton Kartasura, Sukoharjo, Minggu (26/4/2026). Alfida Nurcholisah/Radar Solo
Penanaman bibit pohon langka di kompleks Keraton Kartasura, Sukoharjo, Minggu (26/4/2026). Alfida Nurcholisah/Radar Solo

SOLO - Warga sekitar Keraton Kartasura yang tergabung dalam komunitas Kartasura Bergerak, menggelar aksi penanaman bibit pohon langka, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan ini sebagai upaya pelestarian lingkungan, sekaligus menjaga nilai historis Keraton Kartasura.
Salah satu anggota Kartasura Bergerak Egi Raff menjelaskan, ada tujuh jenis bibit pohon langka yang ditanam. Mulai dari kepel, duwet, keben, bodi, menyan, moho, dan pronojiwo. 

Baca Juga: Kerangka Atap SMA Unggulan di Sragen Ambruk: 8 Pekerja Terlempar dari Ketinggian 10 Meter, Proyek tanpa Libatkan Kontraktor Profesional

Menurutnya, pohon kepel memiliki nilai historis tinggi. Sebab buahnya dipercaya merupakan kesukaan para putri keraton di masa lampau.
Kemudian pohon menyan dalam tradisi Jawa, kerap dimanfaatkan getahnya sebagai bagian dari ubo rampe berbagai ritual adat.
"Pohon bodi juga memiliki makna filosofis mendalam. Pohon ini dipercaya sebagai tempat para dewa dalam ajaran Budha. Banyak ditemukan di kawasan candi, salah satunya di Candi Mendut," jelasnya.
Selain itu, penanaman pohon bodi di area keraton dimaknai sebagai simbol pengayoman dan keteduhan. Kemudian pohon keben yang juga ditanam di area Keraton Jogjam, dikenal sebagai simbol perdamaian.

Baca Juga: Viral! Urus Surat Pengantar Dipungli Rp 500 Ribu, Banyak Korban Bermunculan: Kasus Dilaporkan ke Polres 

"Kami berharap ketika pohon-pohon tersebut tumbuh dan berbuah, kawasan Keraton Kartasura menjadi lebih hidup dan asri. Mampu menarik minat pengunjung, termasuk satawa untuk datang dan bersarang," bebernya.

Pohon-pohon tersebut ditanam di sisi timur Watu Kembar. Jaraknya sekitar 3 meter dari benteng, untuk menghindari kerusakan struktur benteng saat pohon tumbuh besar.

Sementara itu, pegiat lainnya Bagus Sigit menambahkan, kegiatan Besik lan Tandur ini telah berlangsung sejak 2018.

Melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari warga, komunitas pecinta alam, karang taruna, hingga organisasi masyarakat.

Baca Juga: Peringati Hari Kartini, Genio On The Move Hadir di SMA Negeri 11 Yogyakarta

Tak hanya di kawasan keraton, penghijauan juga dilakukan di Gunung Kunci yang memiliki nilai sejarah dalam perjalanan Keraton Kartasura.

"Kegiatan ini bertujuan membuka ruang terbuka hijau di kawasan padat penduduk di wilayah Kartasura," ungkapnya.

Menurut Sigit, aksi tersebut juga menjadi bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah membangun Kartasura.

“Kami tidak hanya memahami sejarah Kartasura, tetapi juga ikut merawat dan menjaga, minimal dari sisi kebersihannya,” bebernya. (alf/fer/laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Kawasan Bersejarah #Keraton Kartasura #tanam bibit pohon #pohon kepel #pohon langka