Selama berada di sana, tersangka menyamar sebagai peziarah dan menginap di salah satu rumah warga yang memang biasa difungsikan sebagai tempat peristirahatan bagi peziarah. Kepala Desa Bakalan Sutanto menjelaskan, kehadiran tersangka tidak mengundang kecurigaan warga setempat karena status lokasi itu yang memang terbuka bagi peziarah dari luar daerah.
“Dia itu tidak dikenal warga sini, cuma numpang menginap karena memang rumah itu sering dipakai peziarah," ujar Sutanto, Kamis (7/5/2026). Penyamaran yang rapi ini membuat keberadaan tersangka sempat luput dari pantauan warga selama hampir satu hari penuh.
Aksi pelarian Ashari berakhir saat ia hendak meninggalkan lokasi penginapan. Sebelum ditangkap, tersangka sempat meminjam sepeda motor milik warga dengan dalih ingin menemui seorang teman. Namun aparat kepolisian yang telah mengintai pergerakan tersangka segera melakukan penghadangan di tengah jalan.
Baca Juga: Tega, Uang Donasi Pembangunan Masjid di Semin, Gunungkidul dari Arab Saudi Digondol Maling
Proses penyergapan dilakukan saat kondisi lingkungan masih sepi, sehingga tidak memicu kegaduhan massal di tengah warga yang sebagian besar masih beristirahat. "Penangkapan hari ini sekira pukul 04.30 pagi," kata Sutanto.
Ia menegaskan petugas tidak melakukan penggerebekan di dalam rumah warga guna menghindari risiko yang tidak diinginkan. “Ditangkapnya bukan di rumah warga. Saat keluar naik motor itu langsung diamankan," beber kades.
Meski penangkapan berlangsung cepat, beberapa warga di sekitar lokasi sempat dikejutkan dengan suara letusan satu kali yang diduga merupakan tembakan peringatan dari petugas kepolisian. Keberhasilan penangkapan tersangka A merupakan hasil koordinasi intensif antara jajaran kepolisian dari wilayah Pati dan Wonogiri. (al/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita