Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Banjir Kritik Akibat Macet dan Balon Gagal Terbang, Wali Kota Respati Desak Panitia Festival Evaluasi Total

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 18 Mei 2026 | 21:30 WIB
Festival balon udara di Alun-Alun Utara yang digagas Bank Syariah Jateng, Minggu (18/5/2026) gagal terbang. )Arief Budiman/Radar Solo)
Festival balon udara di Alun-Alun Utara yang digagas Bank Syariah Jateng, Minggu (18/5/2026) gagal terbang. )Arief Budiman/Radar Solo)

SOLO - Wali Kota Solo Respati Ardi meminta pihak penyelenggara Festival Balon Udara di Alun-Alun Utara untuk melakukan evaluasi total dari berbagai aspek.

Perbaikan mutlak diperlukan, mulai kesiapan teknis penerbangan hingga penyediaan sarana dan prasarana (sarpras) pendukung di lapangan.

Saat ditemui di Balai Kota Solo, Respati menegaskan evaluasi atas acara yang digelar pada Minggu (17/5/2026) pagi tersebut sangat krusial.

Pasalnya, kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Jateng Syariah itu menuai banyak kritik dari masyarakat karena dianggap kurang matang, baik dari sisi teknis balon yang gagal mengorona maupun dampak kelumpuhan arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Baca Juga: Tak Laku! Harga Telur Bebek Anjlok di Tengah Kenaikan Harga Pakan, Peternak Butuh 10 Hari untuk Habiskan Stok

"Kami banyak menerima masukan dan keluhan dari masyarakat terkait event balon udara kemarin. Saya sudah melihat langsung berbagai insight serta catatan kritis dari warga mengenai penyelenggaraan ini," ujar Respati, Senin (18/5/2026).

Merespons dinamika tersebut, Respati bergerak cepat melakukan koordinasi dengan panitia penyelenggara. Langkah ini diambil agar kesalahan serupa tidak terulang, terlebih pihak panitia menginformasikan adanya rencana untuk menggelar kembali acara serupa dalam waktu dekat.

"Saya sudah meminta kepada penyelenggara untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Informasinya, mereka berencana menggelar ulang kegiatan ini bertepatan dengan momentum Idul Adha mendatang," beber Wali Kota.

Baca Juga: Cerita Pilu Kakak-Adik di Klaten yang Menjadi Korban Nafsu Bejat Ayah Kandung selama 5 Tahun

Pemkot Solo menekankan pentingnya standarisasi sebuah acara agar festival yang dihadirkan mampu memberikan impresi serta pengalaman yang baik bagi pengunjung, bukan justru meninggalkan keluhan.

Panitia diminta memperhitungkan segala risiko, termasuk manajemen kerumunan dan rekayasa jalur alternatif.

“Penuhi semua standar kelayakan manajemen event. Persoalannya tidak hanya sebatas balon yang tidak berhasil terbang tinggi akibat angin, tetapi rentetan dampaknya. Kegiatan kemarin memicu kemacetan parah yang mengganggu aktivitas harian masyarakat di sekitar area luar alun-alun,” tegas Respati.

Baca Juga: Driver Online Audiensi dengan DPRD DIY Bahas Dugaan Pelanggaran Regulasi: Khawatir Perpres Baru Picu Perjanjian Sepihak

Meski memberikan teguran keras terkait operasional di lapangan, Respati memastikan bahwa Pemerintah Kota Solo tidak akan membatasi ruang kreativitas para promotor acara.

Pemkot berkomitmen untuk terus menyokong agenda-agenda yang mampu mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi sirkular.

"Kami dari Pemkot Solo berkomitmen penuh mendukung setiap kegiatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Namun, mari kita sama-sama menjaga kualitasnya. Setiap event di Kota Solo harus berjalan dengan manajemen yang baik agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat tanpa merugikan kenyamanan publik," ungkapnya. (ves/laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Wali Kota Respati #Gagal Terbang #sarpras pendukung #evaluasi #Festival Balon Udara